Berita Persyarikatan

Kokohkan Ideologi, Muhammadiyah Pekalongan Gelar Pengajian Akidah

Pekalongan – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, menyampaikan bahwa akidah sangat menentukan dalam cara kita melihat kehidupan, menentukan orientasi perjuangan, bahkan menentukan bagaimana kita bersikap ketika menghadapi persoalan. Hal tersebut disampaikan Mulyono saat membuka pengajian Lajnah Tarjih dengan tema Aqidah Islam dalam Perspektif Muhammadiyah yang menghadirkan Ustad Nur Fajri Romadhon, Jum’at, 21 Agustus 2026 di Masjid Baitul Mukmin, Wangandowo, Bojong, Pekalongan.

“Orang yang kokoh akidahnya akan kokoh prinsipnya, sehingga tidak mudah terbawa arus, tidak gampang  panik menghadapi perubahan dan tidak mudah menggadaikan nilai-nilai agama demi kepentingan sesaat”, tutur Mulyono.

Mulyono berpesan kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk tidak hanya melihat sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul, Rumah Sakit Muhammadiyah yang megah, universitas-universitas yang mendunia, masjid-masjid yang ramai jamaahnya atau lembaga amal usaha Muhammadiyah lainnya, tetapi paling pokok adalah akidah yang menunjang amal usaha Muhammadiyah menjadi bermanfaat bagi umat tersebut.

Baca Juga  Perkuat Identitas Digital, Muhammadiyah Pekalongan Gelar Pelatihan Brand ID dan Penulisan Berita Berbasis AI

Mulyono menilai kajian tentang akidah menjadi semakin penting karena menurutnya kita hidup dalam zaman yang penuh dengan problematika akidah, ada tantangan materialisme, hedonisme, sekularisme, liberalisme, ekstrimisme, pluralisme agama, serta berbagai pemikiran keagamaan yang berkembang melalui media sosial.

“Hari ini, seseorang bisa mendapatkan ribuan informasi keagamaan hanya dengan membuka telpon genggam. Persoalannya bukan lagi apakah kita mendapatkan informasi agama? tetapi lebih dari itu, apakah informasi agama yang kita terima itu benar?”, tutur Mulyono.

Menurut Mulyono, Muhammadiyah membutuhkan tradisi keilmuan yang bisa memperkuat ideologi, tetapi tidak boleh alergi terhadap pemikiran baru dan tidak boleh menerima begitu saja terhadap setiap pemikiran baru tanpa sensor dan kritik. Mulyono juga mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah selalu konsen dalam perbaikan akidah karena sadar bahwa tanpa akidah yang benar, amaliyah keagamaan bisa jadi sia-sia.

Baca Juga  Muhammadiyah Pencongan Memang Beda, Gelar Safari Syeikh Palestina Terkumpul Donasi 31 Juta

Mulyono juga menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah menempatkan tauhid dan pemurnian akidah sebagai bagian penting dari gerakannya, sampai-sampai jargon gerakan awal yang populer di Muhammadiyah adalah memberantas TBC, Tahayul Bid’ah dan Churafat. Muhammadiyah memandang Islam harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah maqbullah, dengan pemahaman yang benar, kritis dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ustadz Nur Fajri Romadhon, mengajak warga Muhammadiyah untuk menjadikan akidah berbuah menjadi amalam, bukan sebatas hafalan.

“Dasar akidah Muhammadiyah sepaham dengan Asy’ariyah, Salafiyah maupun maturidiyyah, meskipun ada perbedaan pada cabang-cabang yang kecil. Muhammadiyah menerima tauhid uluhiyyah, rububiyyah, asma’ wa shifat, dengan pemahaman yang disandarkan pada ketentuan Al Qur’an dan Sunnah”, tutur Ustadz Nur Fajri Romadhon.

Nur Fajri Romadhon berpesan agar warga Muhammadiyah jangan bertikai antara salafiyyah, asy’ariyyah dan maturidiyyah karena perbedaan pada hal yang sangat rinci. Menurut Ustadz Nur Fajri Romadhon, Ibnu Taimiyyah sangat ingin tiga paham ini bersatu dan saling toleransi.

Baca Juga  Suara Muhammadiyah Pusat Sambangi PDM Pekalongan, Bahas Sinergi dan Rencana Pengembangan

“Isu akidah yang banyak terjadi saat ini dan perlu menjadi perhatian dakwah Muhammadiyah adalah kelompok Atheis, kelompok yang percaya Tuhan tetapi tidak percaya dengan agama, kalangan muda yang masih percaya pada ramalan zodiak dan anggapan bahwa semua agama dapat menghantarkan pemeluknya kepada surga”, tutur Ustadz Nur Fajri Romadhon. (Nanang)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button