Berita Ortom

Sukses Gelar Kaderisasi Minim Sampah, Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Buktikan Gerakan Perempuan Berkemajuan Peduli Bumi

muhammadiyahpekalongan.or.id I KEDUNGWUNI – Sukses menuntaskan agenda Darul Arqam II (DANA II) dan Latihan Instruktur I (LINA I) selama empat hari, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan tunjukkan aksi nyata menjaga bumi lewat pembatasan ketat kemasan sekali pakai di arena kegiatan. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa gerakan perempuan berkemajuan tidak hanya berkontribusi dalam penguatan kaderisasi, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata yang berdampak besar.

Kegiatan intensif yang berlangsung pada 3–6 Juli 2026 di kampus SMK Muhammadiyah Kedungwuni tersebut secara ketat mengintegrasikan konsep ekologi lingkungan dan gerakan Jogo Bumi. Langkah ini dirancang agar proses penempaan ideologi kader berjalan selaras dengan penumbuhan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Disiplin Tumbler dan Wadah Makan Sendiri

Sesince hari pertama, panitia menerapkan aturan ketat yang mewajibkan seluruh peserta, panitia, instruktur, hingga tamu undangan untuk membawa tempat makan dan tumbler minum masing-masing dari rumah. Kebijakan sederhana namun sistematis ini terbukti ampuh memangkas produksi limbah kegiatan, hingga volume sampah yang dihasilkan selama perhelatan menjadi sangat minim.

Baca Juga  Kwarda GKHW Kabupaten Pekalongan Lantik Dewan Sugli di Alam Terbuka

Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, mengungkapkan bahwa penerapan konsep ramah lingkungan ini memberikan efisiensi nyata di lapangan, baik bagi kebersihan lokasi maupun bagi manajemen kepanitiaan.

“Dengan kesadaran peserta membawa tempat makan dan tumbler sendiri, kami tidak lagi disibukkan memikirkan urusan logistik sampah, seperti ke mana kardus makanan, gelas plastik, atau botol minuman harus dibuang setelah makan siang. Ruang kegiatan menjadi jauh lebih bersih, tertib, dan tentu ramah lingkungan,” jelas Ainun.

Pengharum Pandan dan Estetika Sayur

Nuansa ekologis yang segar juga sangat terasa dari penataan ruang utama kegiatan. Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis, panitia menggunakan rajangan daun pandan sebagai infusi pengharum alami ruangan untuk menciptakan aroma segar yang khas. Selain itu, alih-alih menggunakan dekorasi berbahan sintetis atau plastik, podium dan sudut ruangan dihiasi dengan susunan buah-buahan serta sayuran segar yang menghadirkan suasana sederhana, alami, sekaligus edukatif.

Baca Juga  Tancap Gas Usai Dikukuhkan, PingpongMU Pekalongan Sukses Gelar Turnamen; PCM Bligo Sabet Juara 1

Bagi PDNA Kabupaten Pekalongan, internalisasi nilai-nilai Jogo Bumi di dalam DANA II dan LINA I merupakan bagian dari upaya mencetak profil perempuan berkemajuan yang utuh. Kader Nasyiah masa depan tidak hanya dituntut kuat secara ideologi dan kepemimpinan organisasi, tetapi wajib memiliki karakter yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan ekosistem alam.

Praktik baik yang diperlihatkan di SMK Muhammadiyah Kedungwuni ini menjadi bukti bahwa kegiatan besar organisasi dapat diselenggarakan secara berkualitas tanpa menghasilkan banyak limbah. Budaya hidup bersih dan ramah lingkungan ini diharapkan melekat menjadi identitas keseharian para kader dalam kehidupan sehari-hari pasca-kegiatan berakhir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button