Berita AUM

Dosen dan Karyawan UMPP Ikuti Kajian Persiapan Ramadhan Bersama Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng  

muhammadiyahpekalongan.or.id PEKALONGAN, 30 Januari 2026 – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggelar Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi dosen dan karyawan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Jalan KH. Mas Mansyur No. 2, Kota Pekalongan, Jumat sore pukul 15.30 WIB.

Kajian menghadirkan pemateri M. Isa Ansory, S.Kom.I., M.Ag., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam tausiyahnya, Isa Ansory mengangkat tema “Menata Niat, Menyambut Bulan Berkah” sebagai persiapan menyongsong Ramadhan.

“Ramadhan adalah momen spesial yang tidak boleh ditunda. Beratnya menjalani Ramadhan bisa jadi karena dosa yang kita pikul, sehingga muncul rasa malas dan lesu. Maka, mulai dari sekarang mari menata hati, memperbanyak istighfar, dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” ujar Isa Ansory di hadapan peserta kajian.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Syaban sebagai masa persiapan menuju Ramadhan.

Baca Juga  Rayakan Milad ke-1, Apotek TalunMu Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis Pekalongan

“Perbanyaklah istighfar minimal seratus kali setiap hari. Hati yang lembut akan mudah bergetar, mudah menemukan hikmah, dan mudah berempati. Inilah bekal utama agar Ramadhan kita lebih bermakna,” tambahnya.

Isa Ansory merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Ayat ini mengingatkan bahwa setiap kesulitan dalam beribadah akan diiringi dengan kemudahan bagi orang yang bersungguh-sungguh.

Selain itu, ia mengutip hadis Rasulullah SAW: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan pentingnya niat ikhlas dalam menjalani ibadah Ramadhan.

Isa Ansory juga mengajak peserta untuk membuat perencanaan amal harian selama Ramadhan.

“Buatlah program minimal satu hari, apa yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan. Jangan sampai kita berperilaku seperti kaum Bani Israil yang menunda-nunda perintah Allah. Contohlah Nabi Ibrahim dan tentu saja Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama,” pesannya.

Baca Juga  Kaderisasi di Sekolah: SMK Muhammadiyah Kajen Pionir Baitul Arqam Guru dan Karyawan

Kajian ini diikuti dengan antusias oleh dosen dan karyawan UMPP. Selain memperdalam pemahaman keislaman, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.  (Isb)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button