Berita Ortom

Paket Komplet Pengabdian AMM Kedungwuni: Gairahkan Syiar Islam dan Edukasi Kesehatan di Lereng Talun

muhammadiyahpekalongan.or.id I Menembus batas wilayah perkotaan, Angkatan Muda Muhammadiyah Kedungwuni sukses menggulirkan program Safari Qurban dua hari penuh di Desa Mesoyi. Agenda strategis ini dirancang secara terukur untuk memberikan manfaat ganda bagi warga, memadukan tradisi gotong royong pemotongan hewan dengan penyuluhan kesehatan guna membangun ketahanan masyarakat desa yang sehat dan berkemajuan pada Rabu hingga Kamis (27–28 Mei 2026).

​Gerakan yang digawangi oleh struktur kepemudaan ortom Muhammadiyah ini membuktikan bahwa momentum Iduladha 1447 H dapat dikonversi menjadi aksi sosial yang komprehensif. Tidak sekadar membagikan paket pangan, pemuda Muhammadiyah turut merancang ketahanan spiritual dan edukasi medis secara simultan.

​Rangkaian kegiatan Safari Qurban AMM 1447H ini diawali pada Rabu malam melalui gelaran siraman rohani pasca-Isya. Menghadirkan Ustaz Ahfadh Saefudin sebagai pemateri, pengajian tersebut mengupas tuntas esensi filosofis ibadah kurban serta kontekstualisasinya dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Antusiasme tinggi dari warga setempat yang memadati lokasi membuat suasana malam di lereng Talun tersebut berlangsung hangat dan khidmat.

Baca Juga  Muhammadiyah Cabang Pekajangan Pekalongan Bertekad Teruskan Pembangunan Amal-amal Usaha

​Sinergi Pangan dan Edukasi Medis Gratis

​Memasuki hari kedua, tensi aktivitas sosial makin meningkat. Sejak pukul 08.00 WIB, sebanyak 25 personel panitia berbaur bersama warga melakukan pemotongan dan penimbangan hewan kurban. Distribusi daging dilakukan secara presisi agar menyentuh seluruh kepala keluarga di Desa Mesoyi secara merata.

​Uniknya, usai urusan pangan selesai, panitia langsung tancap gas membuka sesi penyuluhan kesehatan gratis Pekalongan pada pukul 10.00 WIB. Edukasi klinis ini dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran warga desa mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Seluruh rangkaian pengabdian kemudian ditutup dengan tradisi rahat—memasak dan makan bersama hasil qurban yang penuh keakraban hingga siang hari.

​Apresiasi Atas Kepekaan Sosial Pemuda

​Ketua Panitia Safari Qurban, Harsono Saputra, mengungkapkan bahwa format acara yang padat karya ini sengaja dipilih untuk mengasah kepekaan sosial para kader muda di tengah masyarakat bawah.

Baca Juga  Hizbul Wathan Kabupaten Pekalongan Gelar Pelatihan dan Pelantikan Dewan Sugli Daerah

​”Alhamdulillah kita bisa berkumpul dan rahat bersama. Acara ini menjadi sarana kita dalam menumbuhkan rasa sosial yang tinggi dalam hidup bermasyarakat,” jelas Harsono.

​Langkah nyata ini mendapat acungan jempol dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM Mesoyi Talun). Ketua PRM Mesoyi, Abdul Chalim, mengaku bangga karena di tengah gempuran arus modernisasi, masih ada puluhan pemuda yang mau meluangkan waktu turun ke desa untuk mengabdi.

​”Semangat ini patut dijaga untuk regenerasi organisasi, supaya anak muda tidak hanya suka nongkrong, tetapi juga menjadi sosok yang peduli terhadap keadaan sekitar,” tutur Abdul Chalim penuh apresiasi. Kolaborasi epik antara AMM Kedungwuni dan warga Mesoyi ini menjadi bukti nyata kekuatan dakwah kultural persyarikatan yang mencerahkan dan menggembirakan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button