Lazismu Kabupaten Pekalongan Targetkan Penghimpunan Ziska 18 Milyar di Tahun 2025
PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan mentargetkan perolehan zakat infaq dan shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya (ziska) sebesar 18 miliyar rupiah pada tahun 2025 nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, saat kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kabupaten Pekalongan Tahun 2025, Sabtu, 20 Desember 2024 di Hotel Dafam Pekalongan, Jl. Urip Sumoharjo No. 53 Pekalongan.
Dalam sambutan dan paparannya, Ali Sofyan menyampaikan bahwa target perolehan ziska di tahun 2025 mencapai 18 milyar didasarkan pada perolehan ziska Lazismu Kabupaten Pekalongan tahun 2024 hingga bulan Desember ini yang mencapai 15 milyar dan prosentase peningkatan target yang dicanangkan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah kepada Lazismu Kabupaten Pekalongan sebesar 15%, sehingga target tahun 2025 mencapai 18 milyar.

“Target pertumbuhan penghimpunan ziska Lazismu Pekalongan ditetapkan kenaikannya adalah 15%. Informasi sampai dengan bulan November kemarin kita baru tembus diangka 14 milyar. Kalau 15%nya berarti 17 milyar. Jadi tahun 2025 harus ada penghimpunan sebesar 17 milyar. Namun sampai hari ini sudah 15 milyar, sehingga ada kemungkinan nanti harus 18 milyar karena kenaikannya adalah 15% dari realisasi bulan Desember, dan bulan Desember ini belum berakhir, kita menghitung 15%nya dari bulan Desember”, ungkap Ali.
Ali berharap kepada seluruh Lazismu Kantor Layanan se-Kabupaten Pekalongan dapat mengoptimalkan penghimpunan rutin harian dan bulanan agar mencapai target 18 milyar di tahun 2025 nanti, sehingga penghimpunan tidak hanya berjalan di bulan ramadhan. Selain itu, Ali juga berharap penghimpunan zakat fitrah dan dana qurban atau qurban freshmeat dapat dimaksimalkan dan dioptimalkan lagi karena cukup banyak qurban dari warga Muhammadiyah yang belum bisa tercatat di Lazismu karena memang dananya langsung dibelikan hewan qurban tanpa dilaporkan ke Lazismu.
Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Ir. Akhmad Zaeni, MM, mengapresiasi kinerja Lazismu Kabupaten Pekalongan yang pada bulan Desember tahun 2024 ini telah menghimpun dana ziska mencapai 15 milyar. Menurut Zaeni, pencapaian Lazismu Kabupaten Pekalongan tersebut setara dengan pencapaian peringkat keempat tertinggi di tingkat Lazismu se-Indonesia, yang ditempati oleh Lazismu Sulawesi Selatan dengan perolehan 14 milyar.
Zaeni juga menekankan pentingnya manajemen satu atap keuangan persyarikatan Muhammadiyah dengan Lazismu agar dapat ikut teraudit oleh kantor akuntan publik, sehingga lebih akuntabel, dan memudahkan pelaporannya karena semuanya tercatat melalui sistem informasi manajemen ziska Lazismu. Zaeni mencontohkan di Muhammadiyah Banjarnegara yang telah mengproklamirkan manajemen keuangan satu atap Muhammadiyah dengan Lazismu, termasuk dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang tahun depan kemungkinan naik menjadi 7,5 Milyar juga akan dimasukkan pencatatan di Lazismu.

“Cilacap lebih dahsyat lagi sampai 10 milyar katanya, anggaran hibah Pemerintah Kabupaten yang masuk ke rekeningnya Muhammadiyah. Mudah-mudahan tahun depan Kabupaten Pekalongan juga bisa mengikuti”, tutur Zaeni.
Rakerda Lazismu Kabupaten Pekalongan sendiri dihadiri seratus peserta yang terdiri dari 26 Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Pekalongan, 17 Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan dan satu Pimpinan Ranting Muhammadiyah Perumahan Puri Kedungwuni. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Amat Sulaiman, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Rumainur, Pimpinan Bank Danamon Syariah Pusat, Tim Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Kajen dan Tim Gawe Rumah Kabupaten Pekalongan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. (Fakhrudin)



