Berita Persyarikatan

Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Cetak Kader Digital, PDM Pekalongan Ambil Bagian 

muhammadiyahpekalongan.or.id | SEMARANG, 6–7 Maret 2026 – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti sekitar 110 peserta dari MPI PDM, pengelola media, serta humas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jawa Tengah.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan turut mengirimkan dua wakil, yakni Imam Setiobudi dari unsur MPI PDM dan M. Dwi Kurniawan Rizqi dari staf PDM.

Ketua MPI PWM Jawa Tengah, Rustam Aji, menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.

“Kita yang harus mengendalikan AI, bukan sebaliknya. AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat pencarian referensi atau riset data. Verifikasi dan nurani jurnalistik tetap ada pada jurnalisnya,” tegas Rustam.

Ia menambahkan, tradisi dakwah melalui tulisan sudah dirintis sejak KH Ahmad Dahlan dengan terbitnya majalah Suara Muhammadiyah pada 1915.

Baca Juga  Lazismu Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Kembangkan UMKM Fried Chicken

“Dalam dakwah ada dakwah bil lisan, bil hal, dan MPI menjalankan dakwah bil qolam, sebagaimana firman Allah dalam Nun wal qolami wa maa yasturun,” ujarnya.

Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Prof. Anam Sutopo, menegaskan bahwa MPI harus menjadi garda terdepan dalam menggerakkan ekosistem digital Muhammadiyah.

“MPI tidak lagi sekadar lembaga publikasi, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat data yang valid dan kuat bagi persyarikatan. Kita harus melahirkan kader digital Muhammadiyah yang tangguh dan mampu menjadikan platform digital sebagai medan dakwah yang efektif,” ungkapnya.

Ia menilai masih ada kesenjangan antara potensi besar Muhammadiyah dengan realitas konten digital yang tersedia.

“Kita mungkin kalah ramai dengan pihak lain, tetapi potensi kita jauh lebih besar jika dikelola dengan baik,” tambahnya.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga  Muhammadiyah Kabupaten dan Kota Pekalongan Bersinergi Mantapkan Branding Digital Persyarikatan

“Tugas jurnalis Muhammadiyah sejatinya tidak jauh berbeda dengan mubaligh. Bedanya hanya pada sarana, namun tujuannya sama: mewujudkan khairu ummah melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” jelas Wahyudi.

Ia menekankan pentingnya keberanian menyampaikan kebenaran, menolak hoaks, serta menumbuhkan budaya tabayyun di tengah masyarakat.

“Jurnalisme Muhammadiyah harus mampu menghadirkan konten yang sahih, terpercaya, dan menjadi referensi bagi umat,” tegasnya.

Selama dua hari, peserta digembleng dengan materi teknis mulai dari pemanfaatan AI secara etis untuk penulisan artikel hingga teknik videografi mobile untuk konten dakwah visual. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir jurnalis Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, bijak memanfaatkan AI, dan terus menghidupkan tradisi literasi yang mencerahkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button