Berita Persyarikatan

Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Pekalongan, KH. Taufik Hartono Bagikan Resep Sukses Mbah Trimo

muhammadiyahpekalongan.or.id | KAJEN – Pengajian Ahad Pagi Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang digelar di Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen, Ahad (17/5/2026) atau bertepatan dengan 30 Dzulqa’dah 1447 H, berlangsung khidmat dan diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.

Pengajian kali ini menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean Kendal, KH. Taufik Hartono, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk bangga menjadi bagian dari persyarikatan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.

KH Taufik Hartono menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Salah satu tokoh penting yang disebut ialah H.O.S. Tjokroaminoto, yang dikenal memiliki banyak murid yang kemudian menjadi tokoh nasional, termasuk Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

“Bapak-Ibu harus bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah. Organisasi ini memberi manfaat besar bagi umat, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Muhammadiyah juga dikenal sebagai organisasi terkaya di dunia,” ujar KH Taufik Hartono di hadapan jamaah.

Baca Juga  Peringati Milad ke-111, ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Salurkan Bantuan untuk 209 Guru TPQ

Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan kisah inspiratif H. Soetrimo atau yang akrab disapa Mbah Trimo, marbot Masjid Al-Fattah Muhammadiyah Tulungagung yang juga dikenal sebagai pemilik pabrik kacang Shanghai Gangsar. Menurutnya, kesuksesan Mbah Trimo dibangun dari kedisiplinan menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kunci sukses hidup Mbah Trimo itu sederhana, tetapi istiqamah, yakni konsisten membaca Al-Qur’an, menjaga salat, dan rajin berinfak,” ungkapnya.

Jamaah Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Pekalongan

Ia menjelaskan, kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit namun dilakukan terus-menerus, akan membawa keberkahan hidup. KH Taufik Hartono mengibaratkan istiqamah seperti tetesan air yang terus mengalir dan pada akhirnya memberi manfaat besar.

“Awali dari kebaikan kecil, tetapi istiqamah. Allah akan mencukupkan kebutuhan hidup orang yang dekat dengan kitab-Nya,” tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai fondasi kehidupan seorang muslim. Menurutnya, laki-laki dianjurkan untuk memakmurkan masjid melalui salat berjamaah, sementara perempuan dapat menjaga kekhusyukan ibadah di rumah.

Baca Juga  Wujudkan Masa Depan Lestari, SD Muhammadiyah Kajen Hijaukan Tanah Wakaf dengan 200 Bibit Pohon Sengon.

Adapun kunci ketiga yang ditekankan adalah memperbanyak infak sebagai bentuk kepedulian sosial dan jalan membuka keberkahan rezeki.

Melalui pengajian rutin tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami makna bermuhammadiyah sekaligus termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Imam setiobudi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button