Berita Cabang - Ranting

Kultum Tarawih di Masjid Hj. Mutimah Dahlan: Haidar Riza Setianto Ajak Jamaah Menjadi Muslim Sejati

muhammadiyahpekalongan.or.id DORO – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan salat tarawih di Masjid Hj. Mutimah Dahlan, Doro, Pekalongan. Dalam kesempatan tersebut, Haidar Riza Setianto, seorang santri dari IMBS Pekajangan, hadir memberikan kuliah tujuh menit (kultum) yang menggugah semangat spiritual para jamaah, (23/02/2026).

​Dalam ceramahnya, Haidar menekankan bahwa esensi Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas ketakwaan sebagaimana amanat dalam Al-Qur’an.

​Tiga Indikator Muslim Sejati

​Haidar memaparkan bahwa keberhasilan ibadah puasa seseorang dapat dilihat dari perubahan perilakunya. Ia menyebutkan tiga ciri utama seorang Muslim sejati yang terpancar pasca digembleng di bulan Ramadan:

​Lebih Sabar: Puasa mengajarkan empati terhadap mereka yang kekurangan, sehingga menumbuhkan jiwa yang lebih tabah dalam menghadapi rintangan hidup.

​Tidak Mudah Marah: Menjalankan puasa dengan tulus melatih seseorang untuk mengelola emosi dan menahan diri dari godaan amarah.

Baca Juga  Kultum Tarawih Masjid Al Mujahidin: Puasa adalah Senjata Kendalikan Nafsu Menuju Level Malaikat

​Menjaga Lisan: Mengutip pepatah Arab, “Salamatul insan fi hifdzil lisan” (Keselamatan manusia ada pada menjaga lisannya), Haidar mengingatkan agar setiap Muslim menjauhi perkataan kotor yang dapat menyakiti sesama.

​Semangat Berbagi dan Keistiqomahan

​Selain aspek pribadi, Haidar juga menyoroti dimensi sosial Ramadan. Ia mengajak jamaah meneladani kedermawanan Nabi Muhammad SAW yang semakin meningkat di bulan suci.

​”Muslim sejati tidak hanya memiliki ibadah pribadi yang kuat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama,” tegasnya di atas mimbar.

​Menutup ceramahnya, Haidar mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan Ramadan bukanlah pada kemeriahan perayaannya, melainkan pada istiqomahnya seseorang dalam menjaga amal kebaikan hingga bulan-bulan berikutnya, seperti Syawal dan seterusnya.

​Kegiatan pun dilanjutkan dengan pelaksanaan salat witir berjamaah, menutup rangkaian ibadah malam itu dengan penuh keberkahan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button