SPIRIT TAHAJUD (328) 2711🌻
Dosa itu Membuat Hati Berkarat
✍️ Al-Qur’an dalam berbagai suratnya sering membicarakan efek negatif dari perbuatan dosa terhadap hati manusia. Bagaimana dosa-dosa itu dapat mengotori dan menggelapkan hati. Berbagai ayat menyebutkan bagaimana doa mampu membuat hati menjadi buta dan terkunci dari cahaya kebenaran. Seperti dalam firman-Nya,
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيم
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (Qs. Al-Baqarah:7)
Dan di ayat lain Allah berfirman,
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (Qs. Al-Hajj:46)
👉 Efek terburuk dari seringnya mengulangi dosa adalah gelapnya hati, hilangnya cahaya ilmu dan matinya kemampuan manusia untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dosa yang dikerjakan oleh anggota tubuh secara otomatis mengalir ke hati dan membuatnya gelap dan membusuk. Dan efek yang paling mengerikan adalah ketika seseorang tak mampu lagi mengenali jalan yang harus ia tempuh. Sehingga ia terjerumus dalam kesesatan dan kemerosotan. Pada akhirnya dia membuang kunci kebahagiaannya dengan tangannya sendiri. Dan tidak menemukan apapun kecuali penyesalan dan kerugian. Rasulullah saw bersabda,
كَثْرَةُ الذُّنُوْبِ مُفْسِدَةٌ لِلْقَلْبِ
“Banyaknya dosa akan merusak hati.”
👉 Dalam Hadist yang lain, beliau bersabda : “Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan sebuah dosa, maka hatinya ternodai dengan satu noda hitam. Jika dia bertaubat dan beristighfar maka hatinya kembali seperti baru. Dan jika ia mengulang dosa maka noda itu bertambah hingga hatinya penuh. Itulah (roin) yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya,
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (Qs. Al-Muthaffifin:14)
👉 Dari sini dapat kita simpulkan bahwa perbuatan manusia sangat mempengaruhi kondisi Ruhani dan kejiwaan mereka. Secara bertahap dosa-dosa itu juga akan mempengaruhi cara berpikir manusia. Yang paling ditakutkan adalah dosa yang dilakukan terus menerus membuat hati manusia semakin gelap dan gelap. Hingga suatu saat dia akan melihat keburukannya sebagai kebaikan. Dan ini adalah kondisi terburuk sehingga sangat sulit baginya untuk kembali. Bagaimana ia akan kembali sementara ia menganggap keburukannya sebagai kebaikan ? Hanya Kuasa Allah-lah yang mampu menyadarkan dan mengembalikan mereka.
✍️ Noda hitam yang menutupi hati adalah dosa dan maksiat, baik itu kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Beliau mengistilahkannya dengan ran (titik hitam). Beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu dosa maka akan ada titik hitam di hatinya. Apabila ia meninggalkannya, meminta ampun dan bertobat kepada Allah, hatinya bersih kembali. Apabila ia kembali berdosa, titik hitam itu akan kembali lagi hingga menutupi hatinya. Itulah yang disebut ran,” (HR al-Bukhari dan Muslim).
👉 Noda hitam itu membuat hati menjadi berkarat. Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani mengatakan, bahwa hati itu bisa berkarat. Namun demikian jika pemiliknya mampu merawatnya dengan baik maka hati itu akan bercahaya kembali. Jika tidak dirawat, hati itu akan menjadi hitam kelam karena jauh dari nur (cahaya). Untuk membersihkan hati yang berkarat ini, menurut Syekh Abdul Qadir, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan. Ia mengutip sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat, dan sesungguhnya penggosoknya adalah membaca Al-Qur’an, mengingat mati, dan menghadiri majelis dzikir.”
1. Al-Qur’an adalah Kalamullah.. Dalam Al-Quran, misalnya disebutkan bahwa ia adalah obat bagi penyakit hati dan fisik, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang beriman.” (QS al-Isra [17]: 82). Semakin seseorang banyak membaca Al-Qur’an lalu mengamalkannya dalam kehidupan, maka karat yang ada di hatinya akan semakin berkurang dan hilang.
2. Mengingat mati. Nabi SAW bersabda, “Perbanyaklah mengingat mati karena sesungguhnya mengingat mati itu dapat menghilangkan dosa-dosa dan menjadikannya zuhud terhadap dunia.” (HR Ibnu Abi ad-Dunya). Dengan mengingat mati, seseorang akan menyadari dirinya, mengingat dosanya, lalu berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik.
3. Menghadiri majelis dzikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa malaikat berkeliling mencari majelis dzikir. Ketika menemukannya, ia memanggil malaikat lainnya untuk ikut dalam majelis tersebut dan mendoakan orang-orang di situ. Allah kemudian berkata kepada para malaikat itu, “Persaksikanlah oleh kalian bahwasanya aku telah mengampuni mereka.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Allah mengampuni dosa mereka dan membersihkan hatinya.🙏

