BeritaBerita Cabang - Ranting

Siapkan Generasi Quwwah dan Pewaris Nilai-nilai Persyarikatan, Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Cabang Bligo Gelar Baitul Arqom

PEKALONGANMU.COM Bligo, 11 Mei 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bligo dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bligo sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom dengan tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah untuk Membangun Jama’ah, Jam’iyyah, dan Jariyah yang Sinergis”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 10–11 Mei 2025, bertempat di Kalipaingan, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 78 peserta yang berasal dari berbagai unsur PCM, PCA, Organisasi Otonom (ortom) dan perwakilan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-cabang Bligo berjalan begitu penuh khidmat dan menggembirakan dalam meresapi setiap sesi materi, diskusi, sampai kepada ilustrasi game outbound.

Ketua PCM Bligo Bapak H. Suharyanto Zaedun, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan berkaitan dengan sinergitas yang selama ini dilakukan oleh Muhammadiyah Cabang Bligo dalam berbagai kegiatan bersama ranting-ranting yang begitu luarbiasa.

“Muhammadiyah di Cabang Bligo, Setiap bulan itu tersentuh. Pada Ahad pekan pertama setiap bulan PCM Bligo terdapat agenda sepeda sehat silaturrahim dalam rangka penjaringan kader. Dengan adanya program sepeda sehat silaturrahim ke ranting secara bergiliran bisa dijadikan media untuk saling mengenal antar personal maupun sesama kader. Di samping itu, kita maupun masyarakat akhirnya tahu di ranting punya Amal Usaha Muhammadiyah apa saja. Selanjutnya, Ahad Pekan kedua Pengajian Pimpinan yang pelaksanaanya berjalan bergiliran di ranting-ranting, kemudian ahad pekan ketiga biasanya pelaksanaan Pengajian Umum, namun sekarang dengan adaya pengajian ahad pagi yang dilaksanakan oleh PDM, sehingga untuk ahad pekan ketiga kita arahkan untuk mengikuti dan meramaikan pengajian Ahad Pagi PDM dan pengajian umum PCM Bligo digeser pada Ahad pekan keempat,” tuturnya.

Baca Juga  Kajian Menjelang Buka Puasa Ranting Muhammadiyah Karangjati Perkuat Pemahaman Ibadah  

Sedangkan Ayahanda H. Tjahjono, M. Pd., selaku Sekretaris PDM Kabupaten Pekalongan yang hadir dan secara resmi membuka acara, menyampaikan rasa terima kasih kepada Muhammadiyah cabang Bligo yang dalam pengelolaan kegiatan selalu kreatif, terstruktur, sistematis dan masif. Beliau mengisahkan perjuangan luar biasa Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam mengkader generasi-generasi berikutnya.

“Bahwa perkaderan kalau kita lihat sejarah dari awal ketika Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah tahun 1912, beliau secara personal langsung mendidik santrinya mulai ba’da maghrib sampai isya’. Beliau juga pernah meminta dua santrinya yang bernama Siti Badilah Zubair dan Siti Hayyinah untuk menyampaikan pidato berbahasa belanda dengan tema budi pekerti, etika dan kemajuan kaum perempuan di acara ulang tahun SMA Belanda di mana dua santri tersebut bersekolah. Maka kalau saat sekarang pesertanya lebih banyak ibu-ibu, ya mungkin karena memang dari sejak dulu perempuan itu sudah dikader langsung oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan. Berdiri TK itu juga berasal dari pengajian para ibu-ibu pada tahun 1917 sebagai satu bentuk menyemai fastabiqul khoirot dengan probel school yang di buat oleh pemerintah hindia belanda,” kisahnya.

Baca Juga  “Bicara dari Hati”: SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Gelar Seminar Parenting Penuh Makna

Beliau Ayahanda H. Tjahjono, M. Pd., juga menyampaikan bahwa perkaderan merupakan bagian dari pewarisan nilai-nilai sebagaimana apa yang pernah dilakukan oleh para nabi.

“Jadi bahwa proses-proses perkaderan yang dari sejak awal berdirinya muhammadiyah sudah dilakukan dan ini bagian daripada bagaimana untuk pewarisan nilai-nilai, mengambil sejarah ketika nabi ibrahim akan meninggal dunia juga memanggil para anak-anaknya. Nabi ya’kub juga demikian ketika beliau sudah sepuh maka yang ditanyakan kepada anaknya, ‘Maa Ta’buduuna min ba’di’, Apa yang kamu sembah sepeninggalku?. Dari ayat ini menunjukkan pewarisan ini bagian daripada pewarisan nilai-nilai,” ucapnya.

Besar organisasi maka kita perlu untuk melanjutkan tonggak estafet perjuangan, hal ini senada dengan apa yang difirmankan Allah, ‘Wal yakhsyalladzīna lau tarakū min kholfihim dzurriyyatan dhi’āfan.’ Jadi dalam konteks organisasi kita memang harus khawatir dengan generasi berikutnya. Tidak boleh kita meninggalkan generasi yang lemah dari sisi keorganisasian dan kepemimpinan, dari sisi sosial dan kepeloporan, dari sisi akademis intelektual serta dari sisi keber-agamaannya. Maka dalam perkaderan itu terdapat empat kompetensi tersebut yang memang harus diharapkan hasil outputnya. Meskipun nanti tentu dalam waktu dua hari satu malam tidak cukup, maka harus ada follow-upnya bagaimana nanti untuk membreakdown dari kurukulum yang ada,” tegasnya.

Baca Juga  Masjid Al Ihsan Kraton Kota Pekalongan Ajak Shalat Khusuf Gerhana Bulan Total

Sementara itu, Bapak Abdul Haris Hamam selaku pimpinan harian PCM bligo yang membidangi MPKSDI dan juga merupakan bagian dari MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan berharap supaya peserta yang mengikuti kegiatan Baitul Arqom menjadi generasi quwwah kader Persyarikatan.

“Kader-kader Muhammadiyah adalah aktor utama dalam sebuah drama besar yang berjudul kehidupan dalam berorganisasi. Setiap langkah, keputusan, dan kontribusi mereka menjadi bagian penting dari alur cerita perjuangan Persyarikatan. Untuk itu jadilah generasi quwwah, yaitu generasi yang kuat, tangguh, dan mampu menjalankan amanah serta tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Jangan menjadi generasi growah, yakni generasi yang kehilangan arah, semangat, dan rasa tanggung jawab terhadap amanah yang diembannya,” tegasnya.

Acara Baitul Arqom PCM dan PCA Bligo yang berlangsung dua hari satu malam diakhiri dengan sesi game outbound menggemberikan yang merupakan bagian dari kurikulum perkaderan. Sesi ini merupakan bagian dari miniatur maupun ilustrasi dalam menumbuhkan nilai-nilai keorganisasian dan kepemimpinan secara kontekstual, Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Kerja Sama Tim sekaligus menguatkan hubungan dan komitmen di antara kader dalam mengemban tugas Persyarikatan.

Kontributor : M. Miftahudin

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button