BeritaBerita OrtomBerita PersyarikatanBerita Umum

Capai Milad ke-108 Tahun, Muhammadiyah Nilai ‘Aisyiyah Berkontribusi Nyata Dalam Membangun Umat

Pekalongan – Segenap keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada organisasi perempuan Muhammadiyah, yaitu ‘Aisyiyah, atas kiprah dan kontribusi nyata dalam membangun umat, bangsa, dan peradaban melalui gerakan perempuan berkemajuan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, H. Tjahjono, M. Pd, dalam rilisnya, Senin, 19 Mei 2025.

“Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan mengucapkan Selamat Milad ke-108 ‘Aisyiyah”, tutur Tjahjono.

Tjahjono menilai, dengan tema milad “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional”, menegaskan pentingnya peran ‘Aisyiyah dalam penguatan sistem pangan lokal berbasis komunitas, khususnya perempuan, sebagai pelaku utama dalam rumah tangga dan masyarakat.

Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Ucapkan Selamat Milad ke-108 Aisyiyah
Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Ucapkan Selamat Milad ke-108 Aisyiyah

“Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu bangsa atau masyarakat untuk menjamin ketersediaan, akses dan konsumsi pangan yang cukup, bergizi, dan aman bagi seluruh warganya. Sementara Qaryah Thayyibah atau desa yang baik, merupakan konsep pembangunan berbasis nilai-nilai Islam yang holistik menggabungkan spiritualitas, ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup”, tutur Tjahjono.

Baca Juga  KPU Adakan Sosialisasi PILGUB Bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan

Tjahjono menilai, melalui pendekatan tersebut, desa tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang mandiri, berdaya dan berkeadilan.

Tjahjono juga menilai ‘Aisyiyah telah mengembangkan model Qaryah Thayyibah di berbagai wilayah sebagai bentuk nyata dakwah pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

“Ketahanan nasional ditopang salah satunya oleh ketahanan ekonomi dan sosial, termasuk pangan. Desa yang kuat dan mandiri akan menjadi fondasi penting bagi kekuatan bangsa secara keseluruhan. Gerakan ‘Aisyiyah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput merupakan kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia”, imbuh Tjahjono.

Tjahjono berharap ‘Aisyiyah, yang terbentuk sejak 19 Mei 1917, dapat terus istiqamah dalam dakwah pencerahan dan pemberdayaan, serta semakin kokoh menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Siswa-siswi dari TK Aisyiyah sedang melaksanakan peragaan manasik haji
Siswa-siswi dari TK Aisyiyah sedang melaksanakan peragaan manasik haji

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan sendiri telah memiliki Rumah Dakwah Aisyiyah sebagai pusat dakwah ‘Aisyiyah di Kabupaten Pekalongan. Di bidang pendidikan, ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan memiliki 92 lembaga pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, hingga Satuan Paud Sejenis, dengan jumlah total peserta didik mencapai 3499 siswa dengan jumlah guru 346 orang.

Baca Juga  Safari Qurban AMM Pekalongan : Berbagi Kebahagiaan Pasca Kebencanaan di Dranan-Petungkriono

Di bidang kesehatan, ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan berkiprah melalui Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) ‘Aisyiah Pekajangan, turut mengkampanyekan pencegahan stunting, pelayanan KB gratis, serta sosialisasi dan deteksi dini pencegahan kanker.

Di bidang ekonomi, ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan turut menggerakkan ekonomi keluarga melalui Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (Bueka), Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA), koperasi-koperasi ‘Aisyiah, usaha ketahanan pangan keluarga dan sebagainya.

Aisyiyah turut berperan dalam peduli tubercolosis di Pekalongan
Aisyiyah turut berperan dalam peduli tubercolosis di Pekalongan

Di bidang sosial, ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan berkiprah melalui panti-panti asuhan yatim ‘Aisyiyah, pesantren lansia, membantu penanganan tanggap bencana banjir bandang dan longsor di Petungkriyono, Kedungwuni, Bojong, Wonokerto dan Pencongan, melakukan pendampingan-pendampingan hukum, serta terus menggerakkan pengajian-pengajian ‘Aisyiyah di berbagai cabang dan ranting ‘Aisyiah di Kabupaten Pekalongan. (TJ/N)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button