Spirit Tahajud #21 : Keajaiban Sujud Dalam Sholat
Dalam hadits riwayat Muslim diceritakan, bahwa Rabi’ah bin
Ka’ab pernah bermalam bersama Rasulullah SAW. Ia dengan senang hati membantu
keperluan-keperluan beliau, termasuk menyediakan air wudhu. Selesai wudhu,
Rasulullah menyuruh Rabi’ah agar menyampaikan keinginannya. ”Aku ingin bersama
Tuan di surga,” ujar Rabi’ah. ”Apakah ada permintaan lain,” tanya
Rasulullah. ”Hanya itu Tuan.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, ”Bantulah aku
untuk (kebaikan)-mu dengan banyak bersujud.”
Sembah sujud seorang hamba pada Tuhannya adalah amal yang
paling luar biasa mendapat pahala di sisi-Nya, dan semulia-mulia pengabdian
yang dilakukan makhluk terhadap Khaliknya. Sedekat-dekatnya jarak antara
seorang hamba dengan Tuhannya tatkala si hamba tersebut dalam posisi sujud di
atas tanah (alam-semesta), maka perbanyaklah kalian berdo’a dalam posisi sujud,
maka wajarlah do’a-do’a dibaca oleh kalian dikabulkan Allah SWT. Firman Allah dalam al-Qur’an: “Dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada
Tuhanmu.” (QS. Al ‘Alaq: 19).
Sujud merupakan suatu gerakan yang menyimpan keajaiban
tersendiri bagi pelakunya. Ia mampu membangkitkan ruh baru bagi kehidupan orang
yang melakukannya. Mereka tidak pernah
bosan bersujud di hadapan Allah SWT. Ini
dikarenakan mereka meyakini ada sejuta keajaiban yang akan dianugerahkan untuk
mereka di dunia dan di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda : “Bahwasanya aku
diperintahkan (oleh Allah SWT) agar bersujud
dalam shalat dengan tujuh anggota badan
yaitu dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki bagian
ujung jari.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ مَا
يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ رواه مسلم
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan
Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa [HSR. Muslim, no. 482]
Hadits agung ini menunjukkan keutamaan dan tingginya
kedudukan sujud dalam shalat, serta keutamaan memperbanyak do’a di dalamnya,
karena waktu sujud adalah saat yang dijanjikan pengabulan doa padanya. Sujud
seorang hamba pada Tuhannya adalah lambang kepatuhan atau ketaatan si hamba
pada Penciptanya. Jika manusia bersujud pada Tuhannya, itu menunjukkan bahwa
betapa rendahnya ia di hadapan Tuhannya, betapa kecilnya ia di hadapan
Khaliknya. Kembalilah kepada Allah. Bersujud di hadapan-Nya. Tunduk dan pasrah
akan takdir dan kehendak-Nya. Sepenuh
hati, sepenuh jiwa. Bahwa Allah Maha
Berkuasa dan Maha Bijak untuk merubah apapun yang menimpa hamba-Nya. Bersujudlah hati, jiwa dan raga ini pada
Allah.
Inilah cara kita memanggil kasih sayang Allah. Mengakui segala kelemahan dan kekurangan
kita. Menyatakan ketidakberdayaan kita
di hadapan Allah. Sungguh, seluruh malaikat yang ada di langit bersujud kepada
Allah. Demikian pula dengan orang-orang
beriman yang ada dibumi bersujud kepada Allah.
Semua bersujud dengan penuh ketaatan dan penuh keyakinan. Tak ada serpihan bagaikan menempel dalam
relung hati ini. Bahwa Allah Maha
Berkuasa untuk merubah keadaan apapun yang dialami hamba-Nya.
Ada dua hal penting yang patut kita garisbawahi dari hadits
di atas. Perintah sujud yang disampaikan Rasulullah SAW memberikan dua manfaat
yang sangat berguna bagi kehidupan kita.
Pertama, Dengan banyak bersujud, Allah SWt akan angkat
derajat kita. Derajat yang akan Allah berikan kepada kita bisa berupa derajat
di dunia maupun di akhirat. Di dunia bisa berupa kehidupan sakinah, berupa
jabatan, bisa berupa mendapatkan jodoh yang ideal, bisa juga
keinginan-keinginan lain yang dikabulkan. Semuanya itu merupakan dampak positif
dari banyak bersujud kepada Allah SWT. Sedangkan derajat di akhirat hanyalah
Allah SWT yang Maha Mengetahui. Tidak seorangpun manusia yang mengetahui akan
hal itu, karena itu menjadi rahasia Allah SWT.
Kedua, Dengan bersujud Allah SWT akan menghapus satu dosa.
Sebagai manusia tentu saja banyak perbuatan dosa yang kita lakukan, disengaja
ataupun tidak. Perbuatan dosa tersebut tidak kita ketahui jumlahnya, kecuali
nanti di yaumil hisab (Hari perhitungan). Karena itu, bersujudlah kepada Allah
Swt sebanyak-banyaknya. Tidak perlu
dihitung-hitung. Setiap kali ada waktu luang bersujudlah, karena memang Allah
menciptakan kita manusia tidak lain untuk beribadah kepada-Nya.
Ketika sujud posisi tubuh menunjukkan kerendahannya di
hadapan Allah SWT sebagai hamba yang kecil. Berikut 4 macam sujud yang
disyariatkan dalam Islam.
1. Sujud Shalat
Sujud pertama adalah sujud salat yang biasa dilakukan dalam
salat fardu lima waktu, yang setiap rakaatnya wajib melaksanakan dua sujud.
Sujud salat termasuk dalam bagian rukuk shalat. Apabila tidak dilakukan maka
salatnya tidak sah. Ketika sujud salat, disunahkan membaca kalimat berikut
sebanyak tiga kali: “Subhana robbiyal a’la wabihamdihi” Artinya: Mahasuci Allah yang mahatinggi dan
segala puji bagi-Nya.
2. Sujud Sahwi
Sujud sahwi atau dua sujud yang dilakukan untuk mengganti
kesalahan dalam salat dikarenakan menambah sesuatu, mengurangi sesuatu atau
dalam keadaan ragu-ragu. Melaksanakan sujud sahwi ini dianjurkan sebelum atau
sesudah salam dengan membaca doa sujud seperti pada salat lainnya, atau
menggunakan lafal berikut:
سبحان من لا ينام و لا يسهو
“Subhana man la yanamu wa laa yas-huw”
Artinya: Mahasuci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak
pernah lupa.
3. Sujud Tilawah
Sujud tilawah yaitu sujud yang dilaksanakan ketika membaca
atau mendengar ayat-ayat Sajdah dalam Alquran. Di saat mendengar atau membaca
ayat sajdah seperti di atas, maka hendaklah sujud sekali saja. Begitupun jika
dibacakan sebagai bacaan salat fardu atau sunah, dibarengi mengucap:
سجد وجهي للذي خلقه و صوره و شق سمعه و
بصره بحوله و قوته فتبارك الله احسن الخالقين
“Sajada wajhi lillazi kholaqahu wa showwarahu wa syaqqa
sam’ahu wa bashorahu bi haulihi wa quwwatihi fatabarakallahu ahsanul
kholiqina”
Artinya: Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya,
yang membentuknya dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah
Allah sebaik-baiknya pencipta. (HR.Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi dan
Nasa’i)
4. Sujud Syukur
Sujud syukur atau sujud yang didasari karena mendapat nikmat,
keselamatan, keberhasilan, atau hal menggembirakan lainnya. Di saat mendapat
limpahan kebaikan itu, hendaknya seorang muslim melakukan sujud syukur sebagai
tanda terima kasih atas kebesaran Allah yang mengiringinya. Dalam melakukan
sujud syukur juga boleh dilantunkan bacaan doa seperti:
سبحان الله و الحمد لله و لا اله الا
الله . الله اكبر ، و لا حول و لا قوة الا بالله العلي العظيم
Artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan
selain Allah, Allah Maha besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan
Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung.
Penulis : Drs. H. Ahmad Sulaiman, Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan



