Akui Dosa Buang Plastik, Kesadaran Lingkungan Generasi Muda Kini Mulai Tumbuh

muhammadiyahpekalongan.or.id | JAKARTA – Fenomena anak muda yang merasa berdosa akibat membuang sampah sembarangan menjadi potret menguatnya kesadaran lingkungan generasi muda dalam kegiatan Buka Bersama Lintas Iman yang digelar Eco Bhinneka Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pergeseran nilai di kalangan remaja menjadi sorotan utama dalam diskusi ini. Jika sebelumnya isu lingkungan dianggap sebagai masalah teknis, kini generasi baru mulai melihatnya sebagai tanggung jawab moral yang mendalam.
”Dulu hampir tidak pernah ada anak muda yang mengaku dosa karena membuang sampah plastik. Sekarang ada yang mengaku demikian. Artinya kesadaran lingkungan generasi muda mulai tumbuh dalam diri mereka,” ujar Romo Buddy Haryadi dari Kolese Kanisius.
Pertumbuhan kesadaran ini tidak muncul secara instan. Institusi pendidikan dan keagamaan kini gencar mengintegrasikan nilai-nilai ekologi ke dalam kurikulum dan dakwah. Hal ini bertujuan agar literasi lingkungan tidak lagi menjadi isu elit yang sulit masyarakat pahami.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, menegaskan bahwa gerakan hijau adalah investasi masa depan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif kelompok muda menjadi kunci keberlanjutan bumi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
”Gerakan hijau selalu berbicara tentang masa depan. Karena itu generasi muda harus dilibatkan dan dipersiapkan sejak sekarang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bumi,” tegas Prof. Hilman.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menyebut bahwa keimanan sejati harus berdampak pada kelestarian alam. Menurutnya, kerusakan hubungan manusia dengan lingkungan akan merusak hubungan spiritual dengan Tuhan.
”Kita sering memaknai iman hanya sebagai hubungan dengan Tuhan. Padahal iman juga harus hadir dalam hubungan dengan manusia dan alam,” ujar Hening.
Sebagai aksi nyata, berbagai komunitas lintas agama mulai melakukan gerakan preventif. Mulai dari pembersihan sungai, penanaman mangrove, hingga kampanye pengurangan sampah makanan selama bulan Ramadan. Upaya kolektif ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan generasi muda dapat menjadi pemersatu di tengah keberagaman bangsa.



