Muhamadiyah Pekajangan Gaungkan Dakwah Ramah Lingkungan Lewat Pengajian Ahad Pagi di Awal Tahun

muhammadiyahpekalongan.or.id Pekajangan – Mengawali tahun 2026, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan menggelar Pengajian Ahad Pagi sekaligus meresmikan Musholla Baiturrohmah yang berlokasi di Gang 16, Pekajangan, Ahad (4/1/2026). Acara ini dihadiri ribuan jamaah dan diresmikan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., dengan mengusung tema “Persaudaraan Kemanusiaan (Muhammadiyah Mengikat Umat dalam Rahmatan lil ‘Alamin)”.
Antusiasme warga Muhammadiyah terlihat dari jumlah kehadiran yang membludak. Panitia mencatat sekitar 1.900 paket sarapan dan snack habis dibagikan, bahkan masih ada jamaah yang tidak kebagian. “Meskipun ada yang tidak kebagian snack, yang utama adalah niat kita hadir untuk tholabul ilmi dan mempererat silaturahmi,” ujar salah satu jamaah dengan penuh semangat.
Ketua PRM Pekajangan Barat II selaku tuan rumah, Haryudi SBM, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah yang luar biasa. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga H. Nasihin yang telah mendanai rehabilitasi total Musholla Baiturrohmah. “Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan. Jumlah jamaah yang hadir jauh melebihi perkiraan awal,” ungkapnya.
Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., dalam laporannya menyebutkan bahwa jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang. Ia juga mengundang Ketua PWM Jawa Tengah untuk meninjau progres pembangunan gedung baru enam lantai RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. “Mudah-mudahan ganjarannya dobel untuk panitia, khususnya PRM Pekajangan Barat II yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Mulyono Kastari, turut memberikan sambutan hangat yang diselingi pantun khas Pekalongan. Ia mengapresiasi PCM Pekajangan yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu majelis. “Kalau dulu pengajian ini hanya untuk pimpinan, sekarang semua lapisan masyarakat bisa hadir. Ini luar biasa,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyampaikan pesan-pesan spiritual dan sosial yang mendalam. Ia mengawali ceramah dengan candaan segar tentang dinamika warga Muhammadiyah dalam politik, lalu mengapresiasi penyambutan hadrah dengan syair Thola’al Badru ‘Alayna yang mengingatkan pada momen hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
“Hijrah Nabi bukan semata karena tekanan agama, tetapi juga karena adanya harapan dari para pemimpin Yatsrib yang melihat beliau sebagai pemersatu,” jelas Kiai Tafsir.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan lingkungan. “Manusia adalah mikrokosmos, miniatur alam semesta. Maka, menjaga keseimbangan hidup antara bekerja, beristirahat, dan berolahraga adalah bagian dari ketakwaan,” paparnya.
Kiai Tafsir mengajak jamaah untuk lebih gemar menanam pohon sebagai bentuk sedekah jariyah. “Betapa beruntungnya kita hidup di tanah Indonesia yang subur. Menanam pohon bukan sekadar penghijauan, tetapi bentuk sedekah yang manfaatnya terus mengalir,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dengan Allah SWT melalui ketakwaan, serta dengan alam melalui pelestarian lingkungan. Dalam penutup tausiyahnya, Kiai Tafsir membagikan amalan sunnah bangun tidur, seperti membaca doa, QS. Ali Imran ayat 190, bersiwak, berwudhu, dan salat malam 11 rakaat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan peresmian Musholla Baiturrohmah sebagai simbol pusat dakwah dan pemberdayaan umat di wilayah Pekajangan Barat II.
Kontributor : Shofani PCM Pekajangan



