Berita Ortom

Pengajian Ideologi Pemuda Muhammadiyah Pekalongan: Luas dalam Pemikiran, Luwes dalam Gerakan

muhammadiyahpekalongan.or.id PEKALONGAN, 6 Februari 2026 – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan menggelar Pengajian Ideologi dengan tema “Luas dalam Pemikiran, Luwes dalam Gerakan” di Auditorium lantai 7 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Sabtu sore.

Acara menghadirkan Ustadz Sholahudin Zuhri, M.Pd., atau akrab disapa Gus Sholah, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Yogyakarta, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti jajaran organisasi otonom Muhammadiyah, yakni Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Ketua PDPM Kabupaten Pekalongan, Agung Dwi Hanggoro, dalam sambutannya berharap kegiatan ini menjadi tonggak awal untuk meningkatkan motivasi dan semangat berorganisasi.

“Berorganisasi jangan dianggap beban, tetapi harus bergembira dalam berdakwah. Semoga pengajian ini menjadi pemantik semangat baru bagi kader Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, KH. Amat Sulaiman, menekankan pentingnya semangat dan ketangguhan pemuda.

Baca Juga  Kerja Keras Berbuah Juara, Paskibra SMK Muhammadiyah Kajen Raih Prestasi di Ajang LKBB Pekalongan

“Pemuda adalah masa depan bangsa. Luwes berarti mampu menyesuaikan diri, tidak terlalu lembek dan tidak radikal. Pemuda Muhammadiyah harus tumbuh dari suasana ibadah,” tegasnya.

Pengajian PDPM Pekalongan di Auditorium lantai 7 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

Dalam tausiyahnya, Gus Sholah menegaskan pentingnya niat yang lurus dalam berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa dua golongan yang berkumpul karena Allah kelak akan mendapat naungan-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: “Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, di antaranya dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena-Nya.”

Ia menekankan agar Pemuda Muhammadiyah tidak melupakan tujuan gerakan sebagaimana tercantum dalam AD/ART organisasi.

“Pastikan tujuan tidak keliru. Ideologi wasathiyah dalam Islam adalah ideologi terbaik, dan Muhammadiyah telah menegaskannya sebagai jalan tengah yang berkemajuan,” jelasnya.

Gus Sholah mengutip QS. Al-Ahzab ayat 23 tentang keridhaan Allah bagi orang-orang yang teguh dalam perjuangan, serta QS. At-Taubah ayat 20 yang menegaskan bahwa orang yang bersungguh-sungguh akan diangkat menjadi pemenang.

Baca Juga  Capai Milad ke-108 Tahun, Muhammadiyah Nilai 'Aisyiyah Berkontribusi Nyata Dalam Membangun Umat

“Luas dalam pemikiran adalah pondasi, sementara luwes dalam gerakan adalah strategi. Jangan keraskan suara, tapi naikkan kualitas diskusi. Air hujanlah yang menumbuhkan, bukan halilintar yang hanya menggelegar tanpa karya,” pesannya.

Ustadz Sholahudin Zuhri, M.Pd., atau akrab disapa Gus Sholah, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Yogyakarta

Gus Sholah juga mengingatkan kembali 10 Kepribadian Muhammadiyah sebagai pedoman kader, di antaranya beramal untuk perdamaian, memperbanyak ukhuwah, lapang dada, taat hukum, amar ma’ruf nahi munkar, aktif membangun masyarakat, serta bersifat adil dan korektif.

“Tidak ada partai yang benar-benar ideologis, justru Muhammadiyah yang memiliki ideologi jelas. Maka kader Pemuda Muhammadiyah harus menjadikan 10 Kepribadian ini sebagai pegangan hidup,” tegasnya.

Pengajian Ideologi PDPM Pekalongan ini diakhiri dengan doa bersama. Semangat luas dalam pemikiran dan luwes dalam gerakan diharapkan menjadi bekal bagi kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam dakwah Islam berkemajuan, sesuai dengan spirit Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid.

Baca Juga  SEJARAH YANG DISEMBUNYIKAN: ORDONANSI GURU 1905 DAN PERANG PEMIKIRAN MUHAMMADIYAH LAWAN PENJAJAH

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button