Berita Persyarikatan

Rakorsus Lazismu Pekalongan, Muhammadiyah Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Dana ZISKA

muhammadiyahpekalongan.or.id , Pekalongan – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, meminta kepada seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan agar tidak salah dalam mengelola dana umat. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Ramadhan Tahun 1447 Hijriyah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 14 Februari 2026, di aula SMK Muhammadiyah Bligo, Sapugarut Gang 7 Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

“Dana Umat titipan yang amat berat. Salah kelola, dunia akhirat, kita akan sekarat”, tutur Mulyono.

Dihadapan ratusan audiens yang terdiri dari para pimpinan LAZISMU se-Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Takdir Masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan, Mulyono mengaku baru saja membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tanwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan, yang telah mempunyai aset 300 milyar, kalau tidak dikelola dengan baik, maka akan jadi bumerang bagi Muhammadiyah.

Baca Juga  Lazismu Kantor Layanan Lebakbarang Pekalongan Bantu Korban Longsor di Pulosari, Wonosido

Mulyono juga menyampaikan keberhasilan gerakan filantropi melalui Lazismu diharapkan bukan sekedar banyaknya dana yang terhimpun, tetapi juga menghadirkan senyum dan keberdayaan masyarakat.

Mulyono meminta LAZISMU harus selalu amanah dan transparan agar mampu menjaga kepercayaan umat.

“Jika ada kepercayaan, donasi akan datang sendiri. Jika tidak dipercaya, laporan yang dibuat rapi pun tidak akan ada nilainya”, tutur Mulyono.

Mulyono juga mengharapkan program Lazismu dapat dilaksanakan tepat sasaran, tidak boleh melenceng dan mendorong bantuan yang tidak habis dikonsumsi sehingga penerima bantuan bisa berdaya, bukan untuk memenuhi kebutuhan sesaat saja.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, meminta agar penyaluran dana zakat, infaq dan sedekah di LAZISMU dapat dilakukan sepanjang tahun.

“Budaya di masjid, zakat dihimpun sebelum shalat Ied, setelah itu habis dibagikan. Jika zakat, infaq diutamakan untuk fakir dan miskin, lalu 11 bulan ke depan bagaimana? Apakah fakir miskin hanya ada di bulan Ramadhan?”, tutur Ikhwan.

Baca Juga  Muhammadiyah Pekalongan Siap Tampil Profesional di Dunia Maya Lewat Pelatihan Digital

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button