Bidan Masa Kini Adalah Kartini di Garis Depan Keselamatan Ibu dan Anak

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKALONGAN – Semangat perjuangan R.A. Kartini terpancar kuat di halaman Kampus 1 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Seluruh civitas akademika Program Studi Kebidanan menggelar apel khidmat dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).
Apel ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi para calon bidan untuk meneladani kegigihan Kartini dalam konteks peran perempuan di bidang kesehatan modern.
Bidan sebagai Agen Perubahan
Bertindak sebagai pembina apel, Ibu Bdn. Lia Dwi Prafitri, SST., MPH, dalam amanatnya menekankan bahwa emansipasi yang diperjuangkan Kartini kini harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi bangsa.
”Perempuan masa kini, khususnya para calon bidan, harus mampu menjadi Kartini-Kartini baru yang berdiri di garis depan. Tugas utama kita adalah memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas, profesional, serta berorientasi penuh pada keselamatan ibu dan anak,” tegas Lia Dwi Prafitri.
Menyeimbangkan Kompetensi dan Empati
Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan zaman di era modern menuntut mahasiswa kebidanan untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental. Semangat Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus belajar, berkembang, dan berinovasi.
”Mahasiswa kebidanan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Kompetensi teknis memang penting, namun integritas dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci utama bidan yang berkemajuan,” tambahnya.
Lahirkan Generasi Tangguh
Peringatan Hari Kartini di FIKES UMPP ini menjadi sarana untuk memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan. Dengan mengusung semangat juang sang pahlawan, UMPP optimis dapat mencetak generasi bidan yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang humanis.



