Dakwah Bil Qolam 2.0: Muhammadiyah Jateng Persenjatai Kader dengan AI dan Videografi Mobile

muhammadiyahpekalongan.or.id | SEMARANG, 6 Maret 2026 – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melakukan langkah revolusioner dalam peta dakwah digital. Melalui gelaran “Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah”, organisasi ini resmi mengintegrasikan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan produksi konten mobile-first sebagai pilar baru perjuangan literasi umat.
Acara yang berlangsung di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Semarang (6–7 Maret 2026) ini mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile”. Pelatihan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari pengelola media Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta humas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jawa Tengah.
Ketua MPI PWM Jawa Tengah, Rustam Aji, menegaskan bahwa adaptasi terhadap pemanfaatan AI dalam jurnalistik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ia menyebut era ini sebagai momentum transformasi dari metode konvensional menuju “Dakwah Bil Qolam 2.0”.
“AI harus kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk membantu menulis dan memproduksi konten dakwah. Ini adalah alat yang akan mempercepat distribusi pesan-pesan mencerahkan ke ruang digital yang selama ini mungkin belum kita isi secara maksimal,” ujar Rustam Aji di sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Anang Sutopo, menyoroti adanya kesenjangan (gap) antara potensi besar aset Muhammadiyah dengan ketersediaan konten di internet. Menurutnya, MPI kini menjadi leading sector dalam menggerakkan ekosistem digital Muhammadiyah.
“Generasi muda saat ini mencari Islam yang rasional, praktis, dan solutif melalui layar ponsel mereka. Maka, kader digital kita harus mampu mengemas narasi keislaman ke dalam format yang mereka konsumsi sehari-hari, seperti artikel berbasis riset AI hingga video reels yang estetik namun tetap substansial,” jelas Prof. Anang.
Selain aspek teknologi, kegiatan ini tetap memegang teguh nilai etis. Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd, mengingatkan bahwa secanggih apa pun alat yang digunakan, jurnalis Muhammadiyah wajib menjadi filter hoaks dan pionir budaya tabayyun.
Melalui Pelatihan Videografi Mobile dan workshop penulisan berbasis AI ini, MPI PWM Jateng menargetkan lahirnya ribuan konten kreatif yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendokumentasikan aset sejarah (Muhammadiyah Heritage) secara digital agar tidak lekang oleh waktu.



