Songsong Tahun Ajaran Baru, Ratusan Guru MI Muhammadiyah Pekalongan Langsung Praktik Rancang Modul Deep Learning

muhammadiyahpekalongan.or.id | WIRADESA – Proses transisi menuju metode pembelajaran modern tidak lagi sekadar menjadi wacana di atas kertas bagi jajaran pendidik madrasah. Memasuki hari kedua In House Training (IHT) di Lantai 3 Gedung A MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, seluruh peserta yang merupakan perwakilan dari sembilan madrasah langsung menerjemahkan teori ke dalam aksi nyata berupa penyusunan perangkat modul ajar berbasis kasih sayang dan simulasi kelas interaktif, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pekalongan ini berlangsung selama dua hari (8–9 Juli 2026). Agenda ini diikuti secara penuh oleh sembilan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) se-Kabupaten Pekalongan, yakni MIM Kauman Wiradesa selaku tuan rumah, MIM Delegtukang, MIM Kedungjaran, MIM Pakumbulan, MIM Donowangun 1, MIM Donowangun 2, MIM Tambakroto, MIM Tunjungsari, dan MIM Kutosari.
Setelah pada hari pertama ditempa penguatan filosofi dan kebijakan kurikulum oleh narasumber utama Dr. Rr. Sri Sukarni Katamwatiningsih, M.Pd. (Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Semarang), hari kedua sepenuhnya diisi dengan kerja taktis. Para peserta tampak antusias berdiskusi dalam kelompok, merancang tujuan pembelajaran, hingga melakukan simulasi mengajar (microteaching).

Menyusun Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkarakter
Langkah terobosan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. Nur Khoyin, M.Pd., yang hadir memantau langsung jalannya forum.
”Pelatihan guru MI Muhammadiyah Pekalongan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, membangun karakter, serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan,” ujar Nur Khoyin memberikan motivasi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, S.Pd.I., mengaku bangga atas etos kerja yang ditunjukkan oleh para guru lintas madrasah selama pelatihan berlangsung.
”Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa menjadi pusat lahirnya inovasi ini. Melalui praktik penyusunan perangkat ini, seluruh guru semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pembelajaran Deep Learning madrasah agar saat masuk sekolah nanti, suasana belajar berjalan lebih inspiratif dan berdampak nyata,” tutur Sukron.
Inspirasi Baru bagi Tenaga Pendidik
Pengalaman berharga dirasakan langsung oleh salah satu peserta dari MI Muhammadiyah Kauman, Vita Riskiana, S.Pd. Menurutnya, skema pelatihan berbasis praktik kelompok ini membuat pemahaman materi yang tadinya kompleks menjadi sangat mudah diserap dan diaplikasikan.
”Kami memperoleh banyak inspirasi baru dalam menyusun pembelajaran yang lebih mendalam (deep), berpusat pada siswa, namun tetap mengedepankan nilai kasih sayang. Modul yang kami rancang hari ini akan menjadi panduan utama kami di kelas pada tahun ajaran baru nanti,” ungkap Vita optimis.
Melalui keberhasilan aksi nyata dalam IHT ini, KKMI Kabupaten Pekalongan optimis bahwa integrasi Kurikulum Berbasis Cinta yang melatih karakter afektif serta pendekatan Deep Learning yang mengasah kemampuan berpikir kritis-kreatif akan segera tegak di ruang-ruang kelas, sekaligus mengukuhkan madrasah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, modern, dan adaptif terhadap masa depan.



