Berita Cabang - Ranting

Hadirkan Dakwah Menggembirakan, KH Masduqi Asrori Gugah Kesadaran Ribuan Jamaah Pekajangan

muhammadiyahpekalongan.or.id I KEDUNGWUNI – Peringatkan bahwa dunia ibarat mimpi singkat, tausiyah Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan ajak warga persyarikatan terus tinggalkan jejak kebaikan. Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan jamaah yang memadati kompleks sekolah pada Ahad, 2 Agustus 2026.

Suasana halaman SMP Muhammadiyah Pekajangan membiru oleh antusiasme hampir 2.000 jamaah yang menghadiri gelaran Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan. Ajang silaturahmi yang digawangi oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pekajangan Timur 1 ini menghadirkan penceramah dari PCM Gringsing Kabupaten Batang, KH. Masduqi Asrori.

Kegiatan ini makin semarak dan sejuk dengan hadirnya jajaran lintas organisasi keagamaan, seperti Pimpinan Ranting NU, Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, hingga Banser Pekajangan yang duduk berdampingan bersama warga persyarikatan.

KH Masduqi Asrori saat memberikan tausiyah pada pengajian ahad pagi PCM Pekajangan

Dakwah Menggembirakan dan Wejangan Kehidupan

Mengutip pesan almarhum Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag., KH. Masduqi Asrori dalam ceramahnya menegaskan pentingnya mengemas dakwah dengan cara yang menggembirakan. Hal ini bertujuan agar Islam senantiasa hadir sebagai rahmat yang mengayomi, membawa kesejukan, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  AmanaFin, Inovasi Dosen UMPP untuk Cegah Uang Belanja Hilang Misterius

Dalam tausiyahnya, KH. Masduqi mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, kebersamaan, dan persatuan. Beliau menekankan filosofi muakhat dan muhasabah diri melalui pesan kehidupan yang bernilai mendalam.

Pertama, melek, yakni memanfaatkan kesempatan hidup untuk terus berbuat kebaikan yang memberi manfaat bagi sesama. Kedua, golek, yakni ikhtiar mencari rezeki yang halal dan terbebas dari subhat. Ketiga, nelek, yaitu kehati-hatian dalam bersikap agar senantiasa meninggalkan jejak-jejak kebaikan di mana pun berada. Serta keempat, tuek, yakni menjadi sosok pengayom yang mampu memberikan teladan, ketenteraman, serta bimbingan terbaik bagi keluarga dan lingkungan.

“Dunia ini ibarat mimpi yang berlangsung sangat singkat. Karena itu, jangan sampai kita terlena. Perbaiki hubungan dengan orang tua, pasangan, dan anak-anak, serta persiapkan diri dengan amal terbaik menuju husnul khatimah,” tutur KH. Masduqi Asrori.

Laporan Perkembangan AUM Miliaran Rupiah

Baca Juga  Bedah Rahasia Muhammadiyah Bertahan 114 Tahun, Dr. Gigih Setianto Ajak Warga Jaga Totalitas Gerakan

Selain pemaparan spiritual, momen ini dimanfaatkan Ketua PCM Pekajangan, Muh. Fithrayudi Triatmaja, S.E., M.Acc., Ak., untuk menyampaikan transparansi pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Beliau melaporkan kemajuan pembangunan SLB Lentera Hati tahap dua senilai Rp1,2 miliar, penyelesaian SD Alam Muhammadiyah 4 senilai Rp1,6 miliar, serta Musala Al-Bana RSI Pekajangan. PCM Pekajangan juga memperoleh kucuran bantuan revitalisasi dari Kemendikbudristek total lebih dari Rp2,18 miliar untuk tiga sekolah persyarikatan.

Ketua PRM Pekajangan Timur 1, Wahyudi Karyanto, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, donatur, serta jamaah yang telah mendukung suksesnya pengajian ini secara gotong royong.

kontributor : Shofani

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button