Artikel

Tingkatkan Penghimpunan ZIS, Lazismu Pekalongan Dalami Strategi Fundraising Naik Level

PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan menggelar Pendalaman Materi Fundraising Naik Level, Selasa, 29 September 2026 di Ruang Rapat Kantor Lazismu Kabupaten Pekalongan, jalan Pahlawan nomor 10 Gejlig, Kajen, Pekalongan. Agenda tersebut dilaksanakan untuk memperkuat kapabilitas para amil dan fundraiser dalam mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infaq dan shadaqah (ZIS). Pendalaman materi yang pernah diberikan oleh Trainer Fundraising Professional, Diani Pratiwi, tersebut diikuti oleh seluruh jajaran manajemen kantor daerah Lazismu Kabupaten Pekalongan serta tim fundraiser atau para pengumpul ZIS. Melalui pendalaman materi tersebut, seluruh jajaran dibekali dengan berbagai strategi baru guna mengubah pendekatan fundraising melalui 45 jenis kegiatan fundraising.

Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menyampaikan bahwa kunci fundraising adalah 4 + 1, yakni program, pelayanan, komunikasi, kelembagaan dan kualitas SDM.

“Ada 45 jenis kegiatan fundraising, mulai dari landing pages, our door ads, dialog, melalui ketokohan atau brand ambassador, infaq via kasir, website, blog dan lain sebagainya”, tutur Sutiknyo.

Baca Juga  Ibadah yang Disaksikan Malaikat

Sutiknyo meminta kepada seluruh jajarannya untuk terus mengembangkan diri dengan melakukan improvisasi dalam merancang program baru melalui fundraising by program, meningkatkan progresifitas crowed funding dan mendorong pelaksanaan penghimpunan yang tidak terikat.

Sutiknyo memaparkan keberhasilan program el chicken
Sutiknyo memaparkan keberhasilan program el chicken

Kegiatan fundraising naik level menjadi langkah krusial dalam memperkuat tulang punggung lembaga amil zakat karena kebutuhan masyarakat penerima manfaat semakin beragam sehingga lembaga tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama dalam melakukan penghimpunan. Pelaksanaan penghimpunan atau fundraising harus naik level, baik dari segi pemanfaatan teknologi digital, literasi komunikasi, hingga transparansi akuntabilitas publik.

Selama pendalaman materi, jajaran managemen dan fundraiser Lazismu Kabupaten Pekalongan diajak memahami berbagai materi strategis, antara lain:

1.       Edukasi dan Psikologi donatur, yakni memahami karakteristik serta kebutuhan donatur generasi milenial dan Gen-Z dalam berzakat dan bersedekah

2.       Optimalisasi Digital Fundraising, melalui integrasi penggunaan QRIS, landing pages donasi, serta strategi kampanye kreatif di media sosial

Baca Juga  Menggerakkan Kaum Muda, Menguatkan Jamaah

3.       Manajemen Layanan Donatur atau Donatur Care, yakni peningkatan standar pelayanan, pola komunikasi persuasif dan retensi  donatur agar tercipta hubungan jangka panjang

4.       Strategi door to door modern, melalui penataan pemetaan wilayah penghimpunan yang lebih terukur dan sistematis.

Melalui pendalaman materi ini, Lazismu Kabupaten Pekalongan berharap seluruh fundraiser  yang terlibat dapat mengimplementasikan ilmu yang didalami saat berada di lapangan. Targetnya tidak hanya capaian perolehan dana ZIS yang meningkat secara signifikan, tetapi juga keterlibatan publik dalam program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pekalongan dapat terwujud secara lebih luas. (Nanang)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button