Lazismu Pekalongan Siapkan Program Budidaya Ayam Elba untuk Guru KB/TK Aisyiyah yang Belum Sertifikasi
PEKALONGAN — Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Pekalongan menyiapkan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas berupa budidaya ayam kampung petelur varietas elba. Program ini ditujukan khusus bagi para guru Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah di wilayah Kabupaten Pekalongan yang belum mendapatkan sertifikasi.
Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menyampaikan inisiatif program tersebut dirancang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan serta memberikan sumber penghasilan tambahan bagi para pendidik PAUD Aisyiyah di Kabupaten Pekalongan.
“Ayam kampung petelur varietas elba dipilih karena memiliki produktivitas telur yang tinggi, ketahanan fisik yang kuat, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau dan mudah dikelola di lingkungan pemukiman”, tutur Sutiknyo.

Sutiknyo berharap melalui program ini, para penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan puluhan ekor ayam siap bertelur, kandang sarana produksi peternakan dan pakan pabrikan 1 bulan, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis budidaya serta pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi para guru yang selama ini telah berdedikasi dalam pendidikan anak usia dini.
Salah satu penerima manfaat, Yati, 43 tahun, guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni, mengaku bersyukur menjadi salah satu calon penerima manfaat program peningkatan kesejahteraan guru dengan budidaya ayam kampung petelur varietas elba. Yati mengaku kondisi ekonominya sedang kurang baik pasca suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja dari salah satu perusahaan di komplek komersial di perbatasan Pekalongan – Batang.
“Saat ini, suami saya hanya bekerja sebagai teknisi panggilan. Oleh karena itu, saya mendaftar mengikuti program ini untuk membantu ekonomi keluarga”, tutur Yati yang juga menghidupi dua anak yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA dan SMP.

Yati mengaku telah mengabdi selama 20 tahun di TK ABA Kedungpatangewu dan kini juga sedang berusaha meningkatkan kualifikasi pendidikannya dengan mengikuti kuliah sarjana pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Pemalang. Yati berharap dengan program budidaya ayam elba ini juga bisa menjadi kegiatan yang menguntungkan bagi suaminya saat tidak ada panggilan sebagai teknisi yang tidak selalu ada. (Nanang)



