Artikel

Hisab = bid’ah?

Menjelang datangnya bulan Ramadhan berbagai kalangan mulai mempersiapkan diri menyambut kedatangannya. Berbagai kegiatan dari yang syar'i sampai yang jauh dari syar'i juga ikut meramaikannya. Tidak ketinggalan berbagai kelompok keagamaan juga ikut mempersiapkan diri. Ahlan wa sahlan bi hudurikum. 

Ada sebagian kelompok yang kembali mengusung tema lama dalam memasuki bulan Ramadhan yaitu metode dan cara memasuki Ramadhan serta mengakhirinya. Kelompok-kelompok ini kembali menyatakan bahwa metode hisab yang dilakukan oleh Muhammadiyah tidak ada dasarnya dalam syariat Islam. Dengan kata lain itu adalah perbuatan bid'ah yang jelas adalah sesat dan pelakunya masuk neraka. Nauzubillahi min zalik. Berarti seluruh warga Muhammadiyah dan siapa saja yang mengikuti metode ini akan masuk neraka.

Jikakita itinjau makna bid'ah maka akan kita temui banyak definisi yang dikemukakan para ulama.  Definisi bid’ah secara istilah menurut Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom adalah:

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ

Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. 

 

Definisi lain disampaikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan,

وَالْبِدْعَةُ : مَا خَالَفَتْ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ أَوْ إجْمَاعَ سَلَفِ الْأُمَّةِ مِنْ الِاعْتِقَادَاتِ وَالْعِبَادَاتِ

“Bid’ah adalah i’tiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijma’ (kesepakatan) salaf.” (Majmu’ Al Fatawa, 18/346, Asy Syamilah)

Ringkasnya pengertian bid’ah secara istilah adalah suatu hal yang baru dalam masalah agama setelah agama tersebut sempurna.

Mengacu pada pengertian diatas artinya metode hisab yang dipakai oleh Muhammadiyah tanpa ada dasar hukum baik dalam Al-Qur'an maupun hadis. 

Sekarang ……. benarkah metode ini tidak berdasar Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW ?

Berikut saya cuplikkan beberapa hal berkaitan dengan meode hisab dari Majalah Suara Muhammadiyah :

1. Penentuan awal bulan dengan hisab dimulai sejak kaum muslimin mengenal Astronomi, yaitu pada zaman Tabiin Besar yang dilakukan oleh mazhab Mutraf ibn Syuhair seperti dinyatakan oleh Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayah al-Mujtahid juz I halaman 196. Dalam kitab itu disebutkan: “Bila hilal sulit diobservasi maka yang dipegangi ialah hasil hisab, yang merupakan hasil perhitungan peredaran Bulan dan Matahari. Landasan dari hisab ini ialah firman Allah surat Yunus ayat 5:.”

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

2. Hasil hisab yang dijadikan pegangan pada saat hilal sulit diobservir adalah sah berdasarkan firman Allah dalam surat Yunus ayat 5 di atas dan sabda Nabi saw riwayat al-Bukhari, Muslim, an-­Nasai dan Ibnu Majah:

فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْالَهُ [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: “Bila bulan itu terhalang untuk dirukyat kadarkan­lah.” 

Dengan 2 cuplikan tersebut jelaslah bahwa Al-Qur'an dan Hadis selalu menyertai setiap kegiatan ibadah yang dilakukan Muhammadiyah. Jadi metode hisab ini bukanlah bid'ah.

Demikianlah sedikit bahasan mengenai metode hisab yang dianggap bid'ah oleh sebagian kelompok yang anti dengan metode ini. Sebagai tambahan dalil dan lainnya silahkan simak video Ustaz Adi Hidayat dengan link : https://youtu.be/hCVcV9W50O0

Baca Juga  Meski Tanpa Gelar Bapak Pendidikan, KH. Ahmad Dahlan Mewariskan Puluhan Ribu Lembaga Pendidikan dan Sudah Mencerdaskan Jutaan Anak Bangsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button