Artikel

Mengabdi dan Berbakti pada Allah

SPIRIT TAHAJUD (359) 2812 oleh Drs.H. Amat Sulaiman

✍ Pada hakekatnya, tugas utama manusia dalam kehidupan dunia ini adalah mengabdi pada Allah SWT. Dalam Surah Al An’aam ayat 162, Allah berfirman: *“Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah, Tuhan yg menguasai alam semata”.* Sebagai Manusia yang mengaku beriman, salah satu bentuk keimanannya adalah yakin dan percaya penuh pada kitab suci Al-Qur’an, sebagai petunjuk, perintah, pegangan serta pedoman hidup kita di dunia. Oleh sebab itu, wajiblah bagi kita untuk senantiasa berpegang pada Al-Qur’an, dengan jalan : membaca, mengerti, memahami, serta “mengamalkan” segala aturan dan perintah Allah SWT yang ada dalam Al-Qur’an tersebut.🍀

👉 Mengingat Allah (dzikir) adalah salah satu perintah Allah yang ada di dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Al-Baqarah ayat 152 : *“Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya AKU ingat (pula) kepadamu”.* Jadi mengingat Allah sebenarnya dapat dirasakan dan tertanam selamanya seumur hidup melalui akal dan pikiran, serta pada hati, perasaan dan jiwa atau rohani. Namun Mengingat Allah dengan akal dan pikiran saja tidak akan tertanam dalam hati, perasaan dan jiwa. Sebab mengingat Allah dengan cara seperti itu hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan kemudian dengan mudahnya dia akan lupa begitu saja.🌴

Baca Juga  PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE 113 Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2025 M / 1447 H

✍ Tafakur Meditasi Islam  mempunyai sebuah metoda atau cara untuk mengingat Allah, yang akan dirasakan dan tertanam seumur hidup dalam hati sanubari, yaitu mengingat Allah dengan konsentrasi akal pikiran pada kalimah “Subhanallah” yang berada dalam sistim pernafasan, yang merupakan intisari kehidupan. Ketika kita berkonsentrasi melakukan Pernafasan sembari melafadzkan kalimah *Subhanallah*, kita harus “melupakan secara mutlak semua ingatan dan peristiwa dunia”, untuk khusus hanya mengingat Allah SWT saja. Jadi dengan demikian, Mengingat Allah bagi kita umat Islam yang beriman, adalah sebenarnya bukan kehendak manusia itu sendiri, melainkan adalah merupakan perintah dari Allah SWT sebagai Pencipta dan Pemilik seluruh Umat Manusia dan Alam Semesta ini.🙏

✍ Hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan adalah suatu hubungan yang tidak mungkin dipisahkan. Manusia sebagai makhluq yang diciptakan Allah Swt, mustahil bisa berlepas diri dari keterikatannya dengan-Nya. Bagaimanapun tidak percayanya manusia dengan Allah, suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar manusia akan mengikuti Sunatullah yang berlaku di alam semesta ini. Sesungguhnya hubungan antara Allah dan manusia sudah disadari oleh sebagian besar manusia sejak dahulu. Mereka sudah mendudukkan Allah sebagai Rabb (pencipta alam semesta) tapi mereka masih terhalangi, baik oleh kejahilan atau kesombongan, untuk menempatkan Allah sebagai Ilah (yang disembah/diabdi), QS 39:67. 🍀

Baca Juga  Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Berisiko, IMM Pekalongan Ingatkan Bahaya Birokrasi Berlapis

👉 Manusia yang demikian belumlah sempurna kehidupannya karena ia telah mengingkari sesuatu yang hak dan telah berlaku dzalim, dengan menempatkan sesuatu pada tempat yang salah. Mereka telah mempatkan makhluq (hidup ataupun mati) sebagai ilah mereka. Oleh karena itu seorang mukmin harus memahami bagaimana hubungan yang seharusnya dibina dengan Allah SWT, sebagai Rabb-nya dan Ilah-nya. Hal yang penting di dalam membina hubungan itu, manusia harus lebih dahulu mengenal betul siapa Allah. Bukan untuk mengenali dzat-Nya, tetapi mengenali landasan dasar-Nya (masdarul ´ulum)… (QS 35:28,)🌷

👉 Dengan memahami bagaimana luasnya kekuasan dan Ilmu Allah, akan timbul rasa kagum dan takut kepada Allah SWT sekaligus menyadari betapa kecil dan hina dirinya. Pemahaman itu akan berlanjut dengan kembalinya ia pada hakikat penciptaannya dan mengikuti landasan hidup yang telah digariskan oleh Allah SWT (QS 96:5).

Baca Juga  Hidup Manusia Harus Bertauhid

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button