
SPIRIT TAHAJUD (034) 0302
Pernyataan Kalimat Syahadatain
Seseorang yang memeluk agama Islam harus mengamalkan ajaran agamanya sebagaimana yang tertuang dalam rukun Islam. Rukun Islam yang pertama adalah membaca dua kalimat syahadat yang terdiri atas syahadat tauhid dan syahadat rasul. Pengertian syahadat menurut bahasa berasal dari kata syahida (شهد) artinya bersaksi. Dalam hal ini, orang yang bersyahadat bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah (syahadat tauhid), serta mengakui bahwa utusan nabi dan rasul dalam Islam adalah Muhammad SAW (syahadat rasul).
Dalil bahwa syahadat termasuk dalam rukun Islam tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Umar bin Khattab, ia berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Islam dibangun di atas lima perkara: kesaksian [syahadat] bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah haji’,” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Syahadat terdiri dari dua kalimat persaksian yang disebut dengan Syahadatain, yaitu:
1. Ayshadu An-la ilaha illallah. Artinya saya bersaksi tiada tuhan selain Allah,
2. Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah. Artinya dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Menurut Ulama asal Timur Tengah Dr Hamid Ahmad At-Thahir menerangkan bahwa arti Syahadat adalah kesaksian dan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu wa-ta’ala (SWT) dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) adalah utusan Allah SWT. Dalam arti syahadat ini, ada pemaknaan yang perlu diketahui umat Islam.
Syahadat adalah kalimat Tauhid yang menjadi pondasi pertama seseorang menjadi Muslim. Ikrar Syahadat membuat seorang Muslim bersedia menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sekadar pengucapan, bersyahadat membuat seseorang harus melakukan kesaksian dan pengakuan tersebut dengan perbuatan yang nyata.
Berdasarkan arti syahadat maka, beribadah kepada Allah SWT, menjauhi larangannya, dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW perlu dilakukan. Beriman dan bertakwa kepada Allah, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya, menyembah hanya kepada Allah tanpa menyekutukannya sedikitpun dengan sesuatu apapun merupakan bentuk dan implementasi terhadap kalimat Tauhid. Dia harus selalu mengikuti sunnah Nabi, ittiba’, tidak taklid atau ikut-ikutan dalam mengerjakan suatu amalan ibadah sebagai bentuk utama dari penerapan sekaligus konsekuensi terhadap kalimat syahadat.
Adapun makna kata Muhammad Rasulullah menuntut kesediaan menjadikan Rasullullah sebagai teladan, sehingga bernilai di sisi Allah. Kalimat ini menjadikan seorang muslim memiliki rasa cinta, ridho dengan segala yang dicontohkan dari segi amal, perkataan dan semua tingkah laku beliau. Pernyataan kalimat Syahadat dengan lisan paling tidak diucapkan satu kali seumur hidup sebagai pernyataan awal bagi pemeluk agama Islam.
Rukun iman yang paling fundamental yang diajarkan oleh Allah adalah ke-Esa-an Allah (Tauhid). Hal ini diekspresikan dalam kalimat syahadat pertama yang berbunyi laa ilaha illallah, yang berarti “tidak ada tuhan selain Allah.” Ekspesi iman ini membedakan orang Muslim sejati denga orang kafir (yang tidak beriman). Hal ini penting sekali karena ekspresi itu membebaskan konsep tauhid (keesaan Allah) dari semua ketidaksucian dan menjadikannya suci, sederhana, dan terlepas dari setiap bahaya syirik.
Adapun keutamaan dari pernyataan kalimat Syahadat Tauhid adalah :
1. *Jaminan Masuk Surga.*
Membaca kalimat syahadat dapat membawa kita menjadi penghuni surga. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa yang akhir perkataannya sebelum menginggal dunia adalah laa ilaaha illallah, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu daud)
2. *Kunci Pintu Surga.*
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa mengucapkan: “Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya dan bersaksi pula bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya”, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang senantiasa membaca dan mengucapkan kalimat syahadat maka dapat menjadi penghuni surga dengan cara masuk melalui salah satu dari delapan pintu surga yang kita sukai.
3. *Menumbuhkan Sifat Tawakal*
Tawakal merupakan kepercayaan hati terhadap Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seseorang yang tawakal atau berserah diri kepada Allah SWT. Maka jiwanya akan selalu tenang dan tidak bingung jika menemukan berbagai macam masalah yang di hadapi, karena kita sudah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Seseorang yang berdzikir setiap hari mengucap kalimat syahadat maka akan tumbuh sifat tawakal di dalam dirinya.
4. *Kebaikan Paling Utama.*
Pada suatu kisah, Abu dzar pernah bertanya pada Rasulullah : “Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajari aku amalan yang dapat menjauhkanku dari neraka.” Kemudian Nabi Muhammad bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapat sepuluh yang semisal.” Lalu Abu dzar berkata, “Wahai Rasulullah apakah kalimat laa ilaaha illallah merupakan kebaikan? Rasulullah bersabda “Kalimat itu merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”
5. *Dzikir Paling Utama.*
Dzikir merupakan salah satu ibadah yang wajib di jalani kaum muslim dan muslimin, hal tersebut di anjurkan agar kita senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apapun. Ada berbagai macam bacaan dzikir yang dapat kita baca, namun kalimat syahdat menjadi bacaan dzikir yang paling utama di mata Allah SWT.
Sedangkan keutamaan pernyataan kalimat Syahadat Rasul adalah sebagai berikut:
1. Membenarkan segala apa yang Nabi Muhammad kabarkan, tanpa ada keraguan sama sekali.
2. Menjalankan setiap yang di perintahkan oleh Allah dan Nabi Muhammad, tanpa menolaknya sama sekali.
3. Meninggalkan setiap perkara yang dilarang oleh Allah dan Nabi Muhammad, tanpa menentangnya sama sekali.
4. Tidak mendahulukan perkataan manusia dibanding dengan perkataan Nabi Muhammad serta firman Allah.
5. Tidak melakukan amalan baru dalam agama yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. baik kaitannya dengan akidah (keyakinan), perkataan, dan perbuatan.
6. Tidak meyakini bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya kemampuan rububiyah atau punya kemampuan seperti yang Allah lakukan, yaitu mencipta, memberi rezeki dan mengabulkan doa. Nabi Muhammad SAW hanyalah ‘abdun wa Rasul atau hamba dan utusan Allah. Namun Beliau adalah utusan Allah yang tidak boleh dilecehkan.
7. Menghormati perkataan Nabi Muhammad. Contohnya kita tidak boleh menyebar hadits-hadits palsu dan membuat-buatnya dengan maksud-maksud tertentu.
Demikian makna pentingnya bersyahadat dalam Islam. Semoga kita dapat mengamalkan ajaran Islam ini dalam kehidupan sehari-hari.



