BeritaBerita Cabang - Ranting

Semangat Ibadah Pasca Ramadhan: Warga Muhammadiyah Karangjati Gelar Silaturahmi dan Pengajian

*Semarak Warga Muhammadiyah Karangjati dalam Silaturahmi & Pengajian*

PEKALONGANMU.COM, Wiradesa – Menyemarakkan kegiatan pasca bulan Ramadhan, PRM Karangjati Cabang Wuled menggelar Pengajian Silaturahmi bersama Dr. H. Ibnu Sholeh, MA., M.PI yang dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa yang dihadiri segenap Pimpinan Cabang Muhammadoyah (PCM) Wuled, Pimpinan Ranting Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Karangjati, ortom serta warga Desa Karangjati. (5/4/2025)

Tihar, SE selaku Kepala Desa Karangjati dalam sambutan pembukaan mengapresiasi agenda silaturahmi dan pengajian ini. “acara ini harus selalu dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga khususnya desa Karangjati” ujarnya

Lebih lanjut beliau menyampaikan jaman sekarang di media sosial  rentan saling bermusuhan, karena berbagai status khususnya anak muda dan menyebar di masyarakat” ujarnya

Ramadhan lalu kita di didik untuk berdisiplin dan saling membantu kepada sesama seperti berbagi takjil, hal inilah yang harus kita dukung. “Karena Karangjati merupakan satu-satunya desa yang tidak ada cap warga miskin bantuan rumah di Kabupaten Pekalongan, sebagai gambaran bahwa bantuan selayaknya diberikan kepada yang membutuhkan, bukan kepada yang mampu.” imbuhnya

Baca Juga  Rayakan Milad IMM ke-62 Pekalongan, Kader Sambangi Panti Aisyiyah untuk Santuni Anak Yatim

Pak Lurah menghimbau kepada remaja untuk selalu membantu masyarakat dalam kegiatan di desa, menjauhi narkoba, serta kepada warga untuk melanjutkan sekolah di tahun ajaran baru mendatang

Mukhlis, selaku Sekretaris PCM Wuled menyampaikan kepada warga Muhammadiyah Karangjati kegiatan ini terlaksana dan bagus serta mengucapkan banyak terimakasih.

Ketua PRM Karangjati M. Asir mengucapkan banyak terimakasih kepada warga Muhammadiyah yang bersedia menghadiri acara ini sehingga terlaksana dengan lancar dan meriah,serta kemanfaatan kegiatan ini lebih besar karena bisa guyub.

Beliau mengingatkan tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah untuk selalu membantu baik dalam persyarikatan ataupun masyarakat

Acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. H. Ibnu Sholeh, MA., MPI yang merupakan anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah menyampaikan ramadhan telah berlalu, halal bi halal merupakan tradisi yang sudah menjadi rutinitas di masyarakat, dimana ada banyak kebaikan maka hal tersebut boleh dilaksanakan.

Baca Juga  Aksi Sigap Muhammadiyah, Beri Bantuan Kesehatan dan Logistik Dusun Terisolasi di Petungkriyono

“Banyak kebaikan dalam bulan ramadhan, maka pertahankan amal ibadah setelah lebaran dan ternyata kita juga bisa, tinggal melanjutkan saja amalan dibulan ramadhan. bangun jam 3 biso njeh ibu-ibu, hari biasa kudu bisa” pesan beliau

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi ciri tanda diterimanya ibadah ramadhan adalah kita masih membawa semangat ibadah setelah hari raya. “jangan menjadi hamba ramadhan, orang yang ibadahnya hanya di bulan ramadhan saja setelah lebaran kembali seperti semula” imbunya

Kontributor : Muh. Shodikin (PRM Karangjati) // Editor : Imam Setiobudi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button