BeritaBerita PersyarikatanBerita Umum

Muhammadiyah dan Polres Pekalongan Bersinergi Gelar Pembinaan Rohani di Rutan

PEKALONGANMU.COM , Pekalongan – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pekalongan sebagai bentuk kepedulian sosial dan peran aktif Muhammadiyah dalam dakwah komunitas.(06/05/2025)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kapolda Jawa Tengah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang berlangsung pada 30 April 2025. Dalam pertemuan tersebut, PWM melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) yang diwakili oleh Dr. AM Jumai dan jajaran pimpinan LDK PWM Jateng, menyepakati perlunya sinergi antara kepolisian dan Muhammadiyah dalam membina masyarakat, termasuk warga binaan di rumah tahanan.

Sebagai bentuk implementasi di tingkat daerah, Polres Pekalongan melalui Iptu Daryanto berkoordinasi dengan Sekretaris PDM Kabupaten Pekalongan, Tjahjono, M.Pd, untuk menyusun program pembinaan rohani bagi para tahanan. Tujuannya adalah memberikan ruang bagi para tahanan untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dan memperbaiki diri selama masa penahanan.

Baca Juga  Semarak Milad ke-113, Muhammadiyah Bojong Akan Adakan Tabligh Akbar hingga Hadiah Sepeda Motor

Kegiatan binrohtal perdana ini digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, bertempat di Rutan Polres Pekalongan. Ustadz Mohammad Mirwan, M.Pd.I, yang juga anggota Pleno PDM sekaligus Pembina Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai pengisi tausiyah dengan tema “Mengenali Diri: Dari Mana dan Mau ke Mana Kehidupan Akan Dijalani.”

Tausiyah tersebut mengajak para warga binaan untuk melakukan refleksi diri, menyadari asal-usul kehidupan, dan memperbaiki arah hidup ke depan.

Kapolres Pekalongan melalui Kasat Tahti juga telah menginstruksikan agar koordinasi dengan PDM terus dilanjutkan, guna memastikan kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Ke depan, pembinaan rohani ini akan dilaksanakan rutin setiap bulan, tepatnya pada hari Rabu minggu pertama.

Sinergi antara institusi kepolisian dan organisasi keagamaan ini diharapkan mampu menciptakan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkesinambungan, serta memberi kontribusi nyata dalam membentuk pribadi tahanan yang siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih baik.

Baca Juga  Tak Hanya Menghafal Quran, Pendidikan Karakter Anak SD Muhammadiyah Tahfizhul Quran  Wonokerto Fokus pada Aksi Sosial

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button