PCM Pekajangan Gelar Pengajian Ahad Pagi, Tekankan Kebersamaan dan Kesadaran Berkurban

PEKALONGANMU.COM , Pekajangan – Pengajian Ahad Pagi yang digelar di Pekajangan Gang 23, Kecamatan Kedungwuni, berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme.(01/06/2025)
Acara ini dihadiri lebih dari 1.300 jamaah dari warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Cabang Pekajangan, termasuk pimpinan, organisasi otonom (Ortom), dan amal usaha Muhammadiyah (AUM). Tak hanya dari Pekajangan, jamaah dari Muhammadiyah Bligo, Kedungwuni, serta beberapa cabang di Kabupaten dan Kota Pekalongan turut meramaikan acara.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Pekajangan Timur IV, H. Imron Karnodalam, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya pengajian ini. Ia juga mengingatkan bahwa hiburan dalam kehidupan boleh dilakukan, tetapi harus tetap menjadi sarana untuk mengingat kematian dan beramal sebagai bekal.
Sementara itu, Drs. KH. Amat Sulaiman, M.H., Wakil Ketua PCM Pekajangan, memberikan semangat kepada jamaah tentang pentingnya menuntut ilmu.
“Barang siapa yang keluar dari rumah untuk menuntut ilmu, maka akan dimudahkan jalannya menuju surga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras PRM Pekajangan Timur IV dalam penyelenggaraan pengajian, terutama para ibu-ibu yang sejak jam 3 dini hari sudah menyiapkan konsumsi bagi para jamaah.
Selain itu beliau menginfokan pengajian yang akan datang di PRM Tangkil Tengah pada bulan juli mendatang.
Acara pengajian inti disampaikan oleh Drs. KH. Nur Hasyim, Ketua Lembaga Pemberdayaan dan Pembinaan Masjid Mushola Muhammadiyah PDM Kabupaten Pemalang, yang mengangkat tema keutamaan berkurban bagi yang mampu. Mengutip hadits dari Abu Hurairah, ia mengingatkan bahwa seseorang yang memiliki kelapangan rezeki, tetapi tidak berkurban, sebaiknya tidak mendekati tempat shalat jamaah.
Hadits Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah no. 3123.)
Ia juga menyampaikan refleksi tentang prioritas dalam penggunaan rezeki, mengkritisi fenomena di mana seseorang merasa tidak memiliki cukup uang untuk berkurban, tetapi setelah hari raya justru mampu membeli barang mewah seperti kendaraan atau tanah. Menurutnya, hal ini bertentangan dengan anugerah rezeki yang semestinya disyukuri dengan ibadah kurban, sebagaimana yang diperintahkan dalam
QS Surat Al-Kautsar ayat 2 dijelaskan
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.”
Sebagai motivasi, KH. Nur Hasyim memberikan contoh dari PCM Batur yang pada tahun 2024 berhasil menyelenggarakan kurban sebanyak 600 ekor hewan, terdiri dari 400 ekor sapi dan 200 ekor kambing. Setiap kepala keluarga di PCM Batur mendapatkan 5 kg daging, mencerminkan keberkahan dan kesuksesan dalam pelaksanaan kurban.
“Harapannya, PCM Pekajangan yang sudah maju secara ekonomi dan memiliki AUM yang berkembang dapat menyamai keberhasilan PCM Batur dalam pelaksanaan kurban,” pungkasnya.
Kontributor : Shofani-Rizqon (MPI Pekajangan) // Editor : Imam Setiobudi



