Artikel

1 Dekade Gerak Hijrah Masjid Sabilurrohman & 2 Tahun Ma’had Tahfizhul Qur’an Sabilurrohman Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an untuk Peradaban yang Berkemajuan

Satu dekade bukan sekadar hitungan tahun, melainkan catatan perjalanan dan perjuangan. Masjid Sabilurrohman Kauman berdiri bukan hanya untuk menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban ruhani yang menghidupkan denyut dakwah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Gerak hijrah yang dimulai sepuluh tahun lalu telah melahirkan banyak perubahan. Dari masjid yang awalnya sederhana, kini tumbuh menjadi ruang pembinaan umat yang aktif dan solutif. Kegiatan keagamaan, penguatan ukhuwah, pembinaan anak-anak, remaja, hingga orang tua menjadi denyut kehidupan masjid setiap harinya.

Dua tahun terakhir, langkah itu makin lengkap dengan hadirnya Ma’had Tahfizhul Qur’an Sabilurrohman. Sebuah ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini melalui program tahfizh. Santri-santri muda tumbuh dalam lingkungan yang mendekatkan mereka pada kalam Allah, menjadi penjaga Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.

Perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Namun justru di sanalah makna hijrah diuji dan dimaknai: bahwa setiap langkah menuju kebaikan harus dibayar dengan pengorbanan, keikhlasan, dan kebersamaan.

Baca Juga  Refleksi Akhir Tahun: Muhasabah sebagai Bekal Menyongsong Masa Depan

Melalui tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an untuk Peradaban yang Berkemajuan”, milad ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari fisik dan jumlah, tapi dari nilai dan arah. Sabilurrohman ingin menjadi bagian dari pembangunan umat yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara spiritual dan akhlak.

Mari terus melangkah, bersama gerakan hijrah yang mencerdaskan dan memuliakan. Dari Sabilurrohman, untuk umat, untuk peradaban. (Rosshihuddin )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button