Artikel

PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE-113 PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KABUPATEN PEKALONGAN

Tema: “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”

Baca Juga  Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Sebut Bangsa ini Sakit Karena Tidak Jujur dan Amanah
PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE-113
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KABUPATEN PEKALONGAN
Tema: “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”
Pekalongan, 18 November 2025

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan dalam membangun umat menuju masyarakat yang beriman, berilmu, dan beramal saleh.

Pada hari yang penuh berkah ini, kita berhimpun dalam suasana syukur untuk memperingati Milad Muhammadiyah ke-113 dengan tema besar “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Tema ini merupakan refleksi mendalam atas perjalanan panjang Muhammadiyah dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa.

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah menjadi kekuatan pembaruan Islam yang menghadirkan kemajuan di berbagai bidang: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah keumatan. Melalui gerakan tajdid dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, Muhammadiyah terus meneguhkan dirinya sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal dalam kehidupan masyarakat.

Makna dan Tujuan Tema Milad

Tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” diangkat untuk menegaskan dua hal penting:

Pertama, Muhammadiyah bertekad memperkuat dan memperluas peran dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya secara sosial dan ekonomi, tetapi juga spiritual dan moral. Kesejahteraan yang kita cita-citakan adalah kesejahteraan yang utuh — lahir dan batin, dunia dan akhirat.

Kedua, Muhammadiyah akan terus mendorong dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum sebagaimana perintah UUD 1945 dan sejalan dengan sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kesejahteraan, sebagaimana dimaknai dalam pandangan Islam dan konstitusi, adalah keadaan di mana manusia hidup dalam kemakmuran, kesehatan, kedamaian, dan kebajikan moral. Inilah cita-cita luhur yang harus terus kita perjuangkan melalui gerakan dakwah berkemajuan.

Konteks Kebangsaan dan Peran Muhammadiyah

Milad tahun ini kita rayakan di tengah dinamika kehidupan kebangsaan yang penuh tantangan. Masalah ekonomi, sosial, moral, dan lingkungan menuntut kehadiran gerakan Islam yang mampu memberi solusi dan keteladanan.

Muhammadiyah yang sejak berdirinya bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”, yaitu “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”.

Muhammadiyah menempatkan kesejahteraan sebagai bagian dari tugas konstitusional bangsa: “memajukan kesejahteraan umum”, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, Muhammadiyah tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga berdakwah melalui amal nyata — melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Muhammadiyah memiliki komitmen dan usaha untuk memajukan kesejahteraan bangsa, baik sejahtera lahir maupun batin. Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai asas fundamental gerakan, antara lain terkandung pernyataan berikut “Masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, dan bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong-royong, bertolong-tolongan dengan bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.”

Capaian Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan

Kita patut bersyukur bahwa Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan telah tumbuh menjadi kekuatan sosial yang luas dan berdaya guna. Saat ini, PDM Kabupaten Pekalongan memiliki:

  • 17 Pimpinan Cabang dan 165 Pimpinan Ranting Muhammadiyah,
  • 11 Panti Asuhan Yatim dengan 637 anak asuh,
  • 23 Kader Aktif Kuliah Dan 34 Kader Telah Menamatkan Studi Perguruan Tinggi.

Dalam bidang pendidikan, melalui Majelis Dikdasmen, Muhammadiyah mengelola 51 lembaga pendidikan — mulai dari SD/MI, MTs, SMA/MA, hingga SMK. Di tingkat perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sebagai pusat kaderisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam bidang dakwah dan ibadah, terdapat 212 masjid dan mushala yang aktif membina jamaah. Salah satu contohnya adalah Masjid Khuzaemah, yang telah memberikan beasiswa kuliah kepada 75 mahasiswa, 57 di antaranya telah lulus kuliah.

Bidang ekonomi juga terus berkembang. Muhammadiyah Pekalongan menggerakkan lembaga keuangan mikro syariah yang terdiri atas 13 KSPPS BTM, 4 BT Muhamka, dan 4 KospinMu, yang berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Selain itu, pengelolaan aset wakaf persyarikatan kini telah mencapai total luas ±44,7 hektar, menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola amal usaha.

Dalam bidang kesehatan, Muhammadiyah memiliki 2 rumah sakit besar — RSIA Pekajangan dan RSI Pekajangan — serta 2 klinik pratama di Kajen dan Wiradesa, yang senantiasa melayani masyarakat dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Melalui LazisMu Kabupaten Pekalongan, Muhammadiyah menyalurkan dana sosial dalam berbagai bidang: ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan kemanusiaan, termasuk program Muhammadiyah Aid, bedah rumah, dan Indonesia Siaga.

Sementara Pimpinan Daerah Aisyiyah terus memperluas perannya dengan mengelola TK ABA, KB, PAUD, TPQ, TPA, Rumah Tahfidz, dan koperasi perempuan — bukti nyata bahwa gerakan perempuan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat berkemajuan.

Milad ke-113 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen dakwah, tajdid, dan pengabdian Muhammadiyah dalam keikutsertaan dalam kesejahteran umat dan bangsa indonesia. Mari kita terus berjuang menebar manfaat, memperkuat ukhuwah, dan memajukan kesejahteraan bangsa, dengan semangat Islam Berkemajuan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk melanjutkan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dan para pendiri Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Download Teks Pidato Resmi Milad Muhammadiyah ke-113 PDM KabuptenPekalongan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button