Berita Cabang - Ranting

Semarak Ramadan di Desa Tangkil Kulon: Keutamaan Pahala Berlipat Ganda Jadi Pesan Utama di Masjid Al Mujahidin

muhammadiyahpekalongan.or.id Tanjungkulon– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Mujahidin Desa Tangkil Kulon pada malam Ramadan kali ini. Ratusan warga tampak memadati ruang utama masjid untuk menunaikan ibadah salat Isya yang dilanjutkan dengan rangkaian salat Tarawih dan Witir berjamaah.

​Ada yang berbeda pada sesi “Kultum” (Kuliah Tujuh Menit) jelang salat Witir. Bapak Imam Slamet, yang pada kesempatan tersebut bertindak sebagai imam salat Isya sekaligus Tarawih, memberikan pesan rohani yang membangkitkan semangat ibadah para jamaah.

​Pahala Berlipat Ganda: 70 Kali Lipat

​Dalam ceramahnya, Imam Slamet menekankan istimewanya bulan suci ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Beliau mengutip salah satu hadis yang masyhur mengenai keutamaan amalan di bulan Ramadan.

​”Barangsiapa yang melakukan kebaikan (amalan sunnah) di bulan Ramadan, pahalanya sama dengan melakukan amalan wajib di bulan lain. Dan barangsiapa melakukan satu amalan wajib, pahalanya setara dengan 70 kali lipat amalan wajib di bulan lainnya.” (hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahihnya–juga terdapat dalam Syu’abul Iman oleh Al-Baihaqi).

Baca Juga  Refleksi Pergeseran Spiritualitas, Anak dan Gawai, serta Transformasi Ekonomi di Era Teknologi

​Beliau menjelaskan bahwa Ramadan adalah momentum “panen raya” bagi umat Muslim. Tidak hanya terbatas pada angka 70, Allah SWT bahkan menjanjikan pahala yang lebih luas lagi bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.

​Ajakan Memperbanyak Amalan Kecepatan

​Melalui mimbar Masjid Al Mujahidin, Imam Slamet mengajak seluruh warga Desa Tangkil Kulon untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

​Peningkatan Kualitas Salat: Memastikan salat lima waktu berjamaah.

​Sedekah: Mengingat pahala berbagi di bulan ini sangat besar.

​Tadarus Al-Qur’an: Menghidupkan malam-malam desa dengan lantunan ayat suci.

​”Mumpung kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini, mari kita maksimalkan setiap detiknya. Jangan sampai kita menjadi golongan orang yang merugi karena membiarkan Ramadan berlalu tanpa membawa ampunan dan pahala,” tutur Imam Slamet menutup ceramahnya sebelum memimpin salat Witir.

​Kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antarwarga Tangkil Kulon sekaligus meningkatkan ketakwaan kolektif di lingkungan kecamatan Kedungwuni.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Raih Prestasi di Ajang Organiasai Kepemudaan Berprestasi 2025

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button