MENGEJAR MALAM LAILATUL QADAR: BERBURU HADIAH TERINDAH DARI LANGIT

MENGEJAR MALAM LAILATUL QADAR: BERBURU HADIAH TERINDAH DARI LANGIT
oleh : Muhammad Farhan Al Yuflih
Teks Kultum Ramadhan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Halo sahabat-sahabatku yang tangguh dan Bapak-Ibu yang insya Allah hatinya sedang berdebar menanti tamu agung dari langit.
Bayangkan jika hari ini ada pengumuman bahwa di sebuah toko besar, akan ada satu menit di mana siapa pun yang masuk boleh mengambil apa saja secara gratis seumur hidup. Syaratnya cuma satu: Anda tidak tahu pasti kapan satu menit itu terjadi, tapi bocorannya adalah di antara jam 12 malam sampai subuh dalam sepuluh hari terakhir ini. Apa yang akan kalian lakukan? Pasti kalian akan begadang, bersiap di depan pintu toko, dan tidak akan membiarkan mata terpejam sedetik pun agar tidak kehilangan momen emas itu.
Nah, saat ini kita sudah berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menawarkan “promo” yang jauh lebih dahsyat dari sekadar barang gratis, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang saking mulianya, nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Jika kita beribadah tepat di malam itu, pahalanya sama dengan kita shalat dan mengaji selama 83 tahun tanpa henti! Pertanyaannya: Masihkah kita ingin tidur nyenyak saat malaikat turun membawa tumpukan hadiah pahala?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai keagungan malam ini:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Lailatul-qadri khairun min alfi syahr.
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa beramal shalih di malam Lailatul Qadar lebih utama daripada beramal selama seribu bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar. Syaikh As-Sa’di menambahkan bahwa di malam ini, Allah menetapkan takdir tahunan hamba-Nya; siapa yang akan naik haji, siapa yang akan mendapat rizki, dan siapa yang akan diampuni. Inilah malam penentuan nasib kita setahun ke depan. Maka, sangatlah rugi jika saat takdir baik sedang dituliskan, kita justru sedang asyik mendengkur atau sibuk dengan urusan dunia yang fana.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tips di mana kita harus mencari malam tersebut:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Taharrau lailatal-qadri fil-witri minal-‘asyril-awakhiri min ramadhana.
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 2017 dan Muslim No. 1169)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hikmah mengapa Allah merahasiakan tanggal pastinya adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh sepuluh malam tersebut. Rasulullah sendiri, jika sudah masuk sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh ibadah), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya agar tidak ada yang terlewatkan.
Ada tiga poin penting agar kita sukses “menangkap” malam Lailatul Qadar:
Pertama, tingkatkan intensitas ibadah (Gaspol!). Jangan kurangi porsi ibadah karena merasa lelah. Justru di “tikungan terakhir” inilah kita harus menambah kecepatan. Jika biasanya tadarus hanya 1 lembar, jadikan 5 lembar. Jika biasanya tarawih saja, tambahkan dengan Tahajud dan Witir di sepertiga malam. Lailatul Qadar tidak akan datang kepada orang yang malas, ia hanya akan menghampiri hamba-hamba yang sungguh-sungguh mencari dan merindukannya.
Contoh konkretnya, kurangi waktu bermain handphone atau menonton TV di malam hari. Jadikan gadget kalian sebagai pengingat waktu shalat atau pemutar murottal Al-Qur’an. Fokuslah! Bayangkan jika ini adalah Ramadhan terakhir kita, tentu kita tidak ingin melewatkan satu malam yang pahalanya setara dengan seumur hidup manusia.
Kedua, perbanyak doa “Sakti” yang diajarkan Nabi. Istri Nabi, Ummul Mukminin Aisyah R.A pernah bertanya, “Ya Rasulullah, jika aku tahu malam itu adalah Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku baca?”. Rasulullah tidak mengajarkan doa minta kaya atau minta jabatan, tapi beliau mengajarkan doa minta ampunan. Mengapa? Karena jika Allah sudah memaafkan kita, maka urusan dunia dan akhirat kita akan dipermudah secara otomatis oleh-Nya.
Praktekkanlah doa ini di setiap sujud dan di sela-sela dzikir kalian: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni”. Teruslah mengetuk pintu langit dengan kalimat ini. Hati yang bersih dari dosa adalah tempat yang paling layak bagi turunnya keberkahan Lailatul Qadar. Dalam kehidupan muslim sehari-hari, kesadaran akan ampunan Allah akan membuat kita menjadi pribadi yang pemaaf pula kepada orang lain.
Ketiga, jaga adab dan jauhi maksiat. Sangat sia-sia jika malamnya kita beribadah mencari Lailatul Qadar, tapi siangnya kita masih ghibah (ngomongin orang), marah-marah, atau memutus silaturahmi. Para ulama menyebutkan bahwa salah satu penghalang datangnya rahmat Allah adalah hati yang kotor karena kebencian. Pastikan lisan kita basah dengan dzikir dan hati kita bersih dari dendam agar kita “pantas” menerima tamu agung dari langit.
Ajaklah keluarga untuk i’tikaf (berdiam diri di masjid) meski hanya sebentar, atau minimal menghidupkan suasana ibadah di rumah. Matikan lampu yang tidak perlu, ciptakan suasana syahdu, dan ajaklah anak-anak untuk berdoa bersama. Rasakan kehadiran malaikat yang turun berbondong-bondong memenuhi bumi hingga suasana menjadi sangat tenang (salaamun hiya hatta mathla’il fajr).
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Lailatul Qadar adalah hadiah cinta dari Allah untuk umat Nabi Muhammad yang usianya pendek-pendek. Jangan biarkan hadiah ini tertolak karena kelalaian kita. Mari kita habiskan sepuluh malam ini dengan sujud yang panjang dan air mata yang tulus. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan malam seribu bulan itu.
Mari kita tutup dengan doa yang diajarkan Rasulullah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni.
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi No. 3513, status Shahih)
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penyusun,
Muhammad Farhan Al Yuflih
Ingin terhubung langsung bisa ke IG @alyuflih
bersama menuju firdaus
085314142022



