Tak Berkategori

Geliat Kehangatan di Majelis Pekajangan: Memperkuat Kebersamaan dan Gerakan Jemaah Menuju Keberkahan

PEKALONGAN – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti halaman Masjid Al-Falah Karanglo, Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Ahad pagi (4/10/2026). Sebelum acara resmi dimulai, para jemaah tampak hilir mudik saling menyapa. Ibu-ibu ‘Aisyiyah dengan busana seragamnya sibuk berkoordinasi, sementara jemaah lainnya saling bertegur sapa, menanyakan kabar, dan menikmati momen silaturahmi yang akrab. Riuh rendah percakapan, tawa hangat, serta kesibukan pembawa acara dan panitia yang mempersiapkan jalannya acara menciptakan atmosfer syahdu sekaligus dinamis. Suasana hangat pra-pengajian ini menjadi pembuka yang sempurna, menegaskan betapa majelis ilmu bukan sekadar tempat mendengarkan ceramah, melainkan juga ruang perekat ukhuwah antarjemaah.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan kali ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanglo. Acara ini dihadiri oleh jajaran PCM dan ‘Aisyiyah Pekajangan, seluruh PRM dan ‘Aisyiyah se-Cabang Pekajangan, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai unsur persyarikatan dan masyarakat menjadikan pengajian ini tidak hanya sebagai forum untuk memperdalam pemahaman keislaman, tetapi juga ruang silaturahmi untuk mempererat kebersamaan di tingkat cabang hingga ranting.

Baca Juga  Muhamamdiyah Pekajangan Gelar Rapat Koordinasi, Fokus pada Kesejahteraan Marbot dan Program Ramadan

Dalam sambutannya yang penuh haru, Ketua PRM Karanglo, Rochmat, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara. Beliau secara khusus memberikan apresiasi kepada masyarakat Karanglo yang telah memberikan dukungan moral maupun dana demi menyukseskan kegiatan ini. Rochmat berharap seluruh kontribusi masyarakat menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi semua pihak.

Sementara itu, Ketua PCM Pekajangan, Abdul Shomad, menjelaskan latar belakang pelaksanaan pengajian di Karanglo. Sesuai dengan jadwal, Pengajian Ahad Pagi bulan Oktober semula direncanakan berlangsung di PRM Pekajangan Barat 4. Namun, karena kondisi setempat belum memungkinkan, PRM Karanglo melalui Rochmat menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih peran sebagai tuan rumah.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Shomad juga menekankan pentingnya pendataan dan aktivasi e-KTAM bagi seluruh jemaah Muhammadiyah.

“Muhammadiyah itu sedang menggerakkan pembuatan e-KTAM kepada jemaahnya. Harapannya, jemaah di PCM bisa membuat. Dalam pengajian ini, sesama jemaah semoga bisa saling bertukar pikiran sehingga setelah sarapan bareng, saling rahatan, timbul semangat baru setelah pengajian,” ajaknya. Ia menegaskan bahwa pengajian tidak boleh berhenti pada tausiyah semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun interaksi, kebersamaan, dan energi baru bagi gerakan persyarikatan.

Baca Juga  Masa Ta'aruf Penjas UMPP, Perkuat Solidaritas dan Bentuk Karakter Mahasiswa Tangguh

Memasuki sesi utama, penceramah dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof. Rozihan, menyampaikan tausiyah dalam suasana hangat dan sarat pesan kehidupan. Beliau mengajak jemaah memahami cara menjalani kehidupan dunia dengan sikap yang benar agar meraih keselamatan.

Ribuan Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan

Prof. Rozihan memaparkan empat pedoman utama dalam menjalani kehidupan.

Pertama, menjadi orang yang ridha. Sikap ridha membuat seseorang mampu menerima segala kondisi kehidupan dengan lapang dada. Duduk di kursi maupun lesehan tidak menjadi masalah, begitu pula saat menghadapi kesenangan maupun kesengsaraan. Agama mengajarkan manusia untuk menjalani hidup dengan rasa senang dan ketulusan sehingga menghadirkan ketenangan serta kebahagiaan.

Kedua, memahami bahwa tidak ada kebaikan yang muspra atau sia-sia. Setiap amal kebaikan yang dilakukan manusia memiliki nilai di mata Allah dan tidak akan pernah sia-sia. Oleh karena itu, setiap kesempatan berbuat baik harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Baca Juga  IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Juara Umum Bahurekso Championship 2 Tahun 2025

Ketiga, meramaikan dan menggembirakan Islam serta membangun gerakan jemaah. Mengutip Surah Al-Hadid ayat 20, Prof. Rozihan mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara—hanyalah permainan, perhiasan, dan kesenangan yang menipu. Karena itu, energi kehidupan harus diarahkan untuk memberi kemanfaatan, meramaikan Islam, menggembirakan umat, dan memperkuat gerakan jemaah.

Terakhir, menjalani kehidupan dengan semangat berjemaah. Islam mengajarkan agar kehidupan dijalani secara berjemaah, sebagaimana tercermin dalam momen taniah, walimah, maupun takziyah. Semangat berjemaah menjadi fondasi penting kekuatan umat. Dalam konteks Muhammadiyah, keberadaan jemaah yang solid di tingkat ranting merupakan tonggak utama perjuangan persyarikatan.

Rangkaian Pengajian Ahad Pagi di Karanglo ini pun menjadi momentum berharga untuk memperkuat silaturahmi, mempererat hubungan antarpimpinan dan jemaah, sekaligus menumbuhkan semangat bersama dalam menghidupkan gerakan Muhammadiyah dari tingkat ranting hingga cabang. Lewat kebersamaan ini, jemaah tidak hanya memperoleh penguatan keagamaan, tetapi juga membawa pulang semangat baru untuk terus berbuat baik, menggembirakan Islam, dan menguatkan kehidupan berjamaah di tengah masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button