BeritaBerita AUMTokoh

Eka Sahwal Mahfiroh: Perempuan Asal Pegunungan Banjarnegara Jadi Lulusan Pertama dan Terbaik S1 Teknik Mesin UMPP

muhammadiyahpekalongan.or.id I PEKALONGAN – Buktikan gender dan latar geografis bukan penghalang, Eka raih IPK 3,53 sekaligus jadi wisudawan terbaik angkatan perdana Teknik Mesin UMPP. Berasal dari kawasan pegunungan di Desa Pesantren, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, tak menghalangi Eka Sahwal Mahfiroh, S.T., untuk menorehkan prestasi gemilang di dunia perguruan tinggi. Eka resmi dikukuhkan sebagai lulusan perempuan pertama Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sekaligus meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53.

Prosesi wisuda yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMPP pada Selasa (13/10/2026) tersebut menjadi momen istimewa. Eka dipercaya menyampaikan pidato sambutan mewakili seluruh wisudawan UMPP.

Dobrakan Gender dan Angkatan Perdana

Sebagai bagian dari angkatan pertama S1 Teknik Mesin UMPP, keberhasilan Eka melampaui berbagai tantangan akademik di bidang teknik yang selama ini diidentikkan dengan kaum laki-laki. Pencapaian ini membuktikan bahwa faktor geografis maupun kesetaraan gender bukan penentu batas cita-cita seseorang.

Baca Juga  Lazismu KL Pekajangan Salurkan ZIS Fisabilillah kepada 78 Guru TK/KB Aisyiyah, Wujud Kepedulian untuk Pendidik

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UMPP mengapresiasi keberhasilan Eka yang dinilai menjadi preseden positif serta inspirasi nyata bagi calon insinyur muda, khususnya perempuan dari wilayah pedesaan dan pegunungan.

Langsung Mengabdi sebagai Pendidik SMK

Tak berhenti pada raihan gelar akademik, Eka kini langsung mendedikasikan ilmu keteknikannya dengan mengabdi sebagai tenaga pendidik di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa gelar sarjana yang diraihnya di kampus UMPP tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga di Wanayasa, melainkan juga instrumen pengabdian untuk mencetak generasi muda yang terampil dan berkarakter di wilayah Pekalongan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button