KhutbahKhutbah Jum'at

Bencana Alam, Ujian Kesabaran dan Solidaritas Sosial

oleh: ustadz Nisfun Nahar

Teks Khutbah Jumat:
Bencana Alam, Ujian Kesabaran dan Solidaritas Sosial

oleh: ustadz Nisfun Nahar

الْحَمْدُ للهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ، الْوَلِيِّ النَّصِيْرِ، الَّذِيْ خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، بَعَثَهُ اللهُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَتَابِعِيْهِمْ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ،فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كَتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

Jamaah sidang Jumat Rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh barakah ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pekan Akhir November kemarin di pulau seberang, saudara-saudara kita di Sumatera, baik di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh mengalami musibah bencana alam berupa banjir bandang dengan korban meninggal dunia sebagaimana rilis BNPB sampai Kamis 4 Desember 2025 mencapai 776 jiwa, belum lagi yang hilang 564 orang dan korban luka kurang lebih 2.600 orang. Sejenak dalam kesempatan ini mari kita akan melihat bencana ini dari sudut pandang keimanan, sebagai ujian kesabaran dan momentum untuk membangun solidaritas sosial.
Ma’asyiral Muslimin raḥimakumullāh,
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini memberikan pelajaran mendasar bahwa bencana alam, dalam banyak hal, adalah sunnatullah (hukum Allah) yang terjadi akibat terganggunya keseimbangan (mizan) alam. Allah telah menciptakan alam dengan sistem yang sempurna dan saling terhubung. Ketika manusia, sebagai khalifah, lalai dan justru merusak—melalui eksploitasi berlebihan, keserakahan, dan pengabaian terhadap kelestarian—maka sistem itu akan memberikan respon yang sering kita sebut sebagai bencana.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-An’am ayat 165:
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ
Artinya: “Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-An’am: 165).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Imam Fakruddin Ar-Razi dalam tafsir Mafatihul Ghaib Vol 14, hal 193 menjelaskan bahwa pada ayat di atas, Allah Swt memberikan penegasan bahwa tugas sebagai khalifah bukanlah tugas yang mudah. Manusia yang melaksanakan tugasnya sebagai khalifah dengan baik maka akan mendapatkan hasil yang baik. Sebaliknya, manusia yang sembrono dalam tugasnya sebagai khalifah akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Dalam kaitannya dengan pengelolaan alam, ayat tersebut sangat relevan menjadi argumentasi hubungan manusia sebagai khalifah dan lingkungan alam yang dikelola sebagai hubungan timbal balik. Sebagai khalifah, manusia yang mengelola alam dengan baik, mengambil seperlunya dan tidak melakukan perusakan alam akan mendapatkan hasil yang baik pula. Sebaliknya, eksploitasi alam berlebihan akan sangat mungkin mendatangkan bencana bagi manusia.

Baca Juga  LLHPB dan 'Aisyiyah Pekalongan Rawat Lansia Lewat Edukasi dan Spirit Keislaman

Ma’asyiral Muslimin raḥimakumullāh,
Kembali mari kita renungkan musibah yang baru saja melanda saudara-saudara kita di Sumatra Barat,Sumatra Utara, dan Aceh: banjir bandang yang merendam permukiman, merusak infrastruktur, dan merenggut nyawa. Ini adalah realita pilu yang harus kita lihat dengan kacamata iman dan ilmu.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berbagai lembaga lingkungan hidup seperti Walhi, menunjukkan korelasi yang kuat antara banjir bandang dengan kerusakan ekosistem hutan di hulu. Deforestasi untuk perluasan perkebunan, pertambangan, dan permukiman, telah mengurangi daya serap tanah terhadap air hujan. Kawasan resapan air yang beralih fungsi menjadi lahan terbuka menyebabkan air hujan langsung mengalir deras ke hilir, membawa material longsor, dan menjadi banjir bandang yang menghancurkan.

Contoh konkret, berdasarkan analisis citra satelit, terjadi penyusutan tutupan hutan di beberapa daerah aliran sungai (DAS) kritis di wilayah-wilayah tersebut dalam dekade terakhir. Kerusakan hutan ini bukan hanya musibah ekologis, tetapi juga bencana sosial yang mengancam nyawa dan penghidupan masyarakat. Inilah wujud nyata dari “kerusakan di darat” yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yang disebabkan oleh “perbuatan tangan manusia.” Sebagaimana juga disebtukan dalam QS Al-Syura:30
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Bencana alam, oleh karenanya, tidak hanya sekadar fenomena geologis atau meteorologis semata. Ia juga adalah ayat kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah) yang mengajak kita untuk introspeksi, bersabar, dan melakukan tindakan reflektif: sudah sejauh mana kita menjalankan amanah sebagai pemelihara bumi? Sudahkah kita mencegah kerusakan di muka bumi?
Karena itu, respons kita tidak boleh berhenti pada tanggap darurat saja. Harus ada komitmen kolektif untuk rehabilitasi hutan, penegakan hukum lingkungan yang tegas, dan perubahan paradigma pembangunan yang ramah lingkungan. Sebagai Muslim, menjaga kelestarian alam (hifzhul bi’ah) adalah bagian dari iman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Bagi saudara-saudara kita yang langsung terdampak bencana,musibah ini adalah ujian kesabaran yang berat. Rasulullah SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah baik. Hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali oleh seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.”(HR. Muslim).

Baca Juga  Khutbah Jum'at : TUNTUNAN YANG TIDAK DITUNTUNKAN

Kesabaran dalam menghadapi musibah bukan berarti pasif. Sabar adalah kekuatan hati untuk tetap tegar, berikhtiar memperbaiki keadaan, dan terus bertawakkal kepada Allah. Pahala kesabaran ini sangat besar, sebagaimana janji Allah:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
– “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Sementara bagi kita yang tidak langsung terkena musibah, ini adalah momentum untuk menunjukkan solidaritas sosial (tadhamun ijtimai’). Solidaritas adalah bukti nyata keimanan. Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan terjaga dan demam.”(HR. Bukhari-Muslim).

Baca Juga  Peduli Pengungsi Banjir Pekalongan, Muhammadiyah dan Aisyiyah Wiradesa Gelar Bakti Sosial Kesehatan  

Marilah kita gerakkan hati, tangan, dan harta kita untuk meringankan beban mereka. Donasi melalui lembaga terpercaya, relawan di posko, atau minimal mendoakan dengan ketulusan dan kesungguhan hati agar saudara-saudara kita yang menjadi korban yang meninggal dunia diterima amal kebaikannya dan diampuni segala dosanya, sementara yang sakit maupun dalam kesusahan agar segera diberikan kesembuhan dan bangkit kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ،وَلٍسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA
ا لْحَمْدُ لِلَّهِ حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنُ بِنَظَرٍ وَأُذُنَّ بِخَبَرٍ أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِالْمَلائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا‎
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
اللَّهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالشِّفَاءَ وَالسَّلَامَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى إِخْوَانِنَا الْمُصَابِينَ فِي سُومَطْرَةَ وَكُلِّ مَكَانٍ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button