Gerak Cepat Lazismu Renovasi Rumah Warga Terdampak Angin Puting Beliung Pekalongan Sebelum Lebaran

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKALONGAN – Lazismu Kabupaten Pekalongan menerjunkan Tim Gawe Rumah untuk memperbaiki hunian milik Pak Aang, petugas kebersihan yang menjadi korban angin puting beliung Pekalongan, demi memastikan keluarga tersebut memiliki tempat tinggal layak sebelum hari raya Idul Fitri 2026.
Peristiwa mencekam itu terjadi begitu cepat pada Rabu (4/3) sore. Saat itu, Pak Aang sedang duduk santai di depan rumahnya. Namun, cuaca berubah drastis hanya dalam hitungan detik hingga menghancurkan atap dan teras rumahnya.
”Tidak nunggu hujan lebat dulu, tiba-tiba ada angin dan hujan. Atap rumah saya terbang dan teras rumah tertimpa pohon. Saat itu anak-anak sedang nonton TV, mereka lari keluar semua. Alhamdulillah sehat semua,” kenang Pak Aang dengan nada haru saat ditemui tim media, Jumat (6/3/2026).
Solidaritas Muhammadiyah untuk Petugas Kebersihan
Kini, Pak Aang bersama istri dan kedua anaknya terpaksa mengungsi ke rumah peninggalan orang tuanya yang berada tepat di sebelah bangunan yang rusak. Meskipun kondisi rumah pengungsian itu mengalami kebocoran di beberapa titik, keluarga ini tetap bersyukur karena masih memiliki tempat berteduh.
Sebagai petugas kebersihan Masjid Al Huda dan Panti Asuhan Muhammadiyah Kedungwuni, Pak Aang mengakui bahwa biaya perbaikan atap sangat memberatkannya secara finansial. Beruntung, relawan Muhammadiyah bergerak cepat melakukan survei dan memberikan bantuan langsung ke lokasi.
”Terima kasih untuk Lazismu, terima kasih untuk Muhammadiyah. Dapat bantuan secepat ini, tanpa nunggu berbelit-belit, langsung turun ke rumah saya dan langsung ditangani,” tutur Pak Aang yang juga sehari-hari bekerja sebagai pengambil sampah di desanya.
Estimasi Kerusakan dan Aksi Cepat Relawan
Koordinator Tim Gawe Rumah Lazismu Kabupaten Pekalongan, Tajudin, menjelaskan bahwa proses perbaikan rumah memakan waktu dua hari. Tim relawan harus bekerja ekstra keras membersihkan puing-puing material di tengah cuaca yang tidak menentu.
”Ada beberapa kendala, antara lain pembersihan material atap yang memakan waktu hingga setengah hari. Kondisi cuaca yang terkadang hujan juga sedikit membahayakan relawan yang sedang bekerja di atas atap,” jelas Tajudin.
Tajudin melaporkan bahwa total biaya untuk memperbaiki rumah Pak Aang mencapai Rp14 juta. Seluruh dana tersebut telah disiapkan oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan. Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, para relawan tetap semangat menyelesaikan perbaikan agar Pak Aang dan keluarga bisa menyambut Idul Fitri dengan tenang.



