SPIRIT TAHAJUD (315) 1411๐ป
Allah Begitu Dekat Dengan Kita
Sudah begitu lama, ingin agar harapan kita segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang. Kadang jadi putus asa karena sudah seringkali memohon pada Allah. Sikap kita sebagai seorang muslim adalah tetap terus berdoโa karena Allah begitu dekat pada orang yang berdoโa. Boleh jadi terkabulnya doโa tersebut tertunda. Boleh jadi pula Allah mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan pasti pilihan Allah adalah yang terbaik. Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Taโala,
ููุฅูุฐูุง ุณูุฃููููู ุนูุจูุงุฏูู ุนููููู ููุฅููููู ููุฑููุจู ุฃูุฌููุจู ุฏูุนูููุฉู ุงูุฏููุงุนู ุฅูุฐูุง ุฏูุนูุงูู ููููููุณูุชูุฌููุจููุง ููู ููููููุคูู ููููุง ุจูู ููุนููููููู ู ููุฑูุดูุฏูููู
โDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.โ (QS. Al Baqarah: 186)
Ayat tersebut turun berkaitan dengan adanya suatu peristiwa bahwa ada seorang arab badui mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah saw, dengan berkata,
ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฑูุจููููุง ููุฑููุจู ููููููุงุฌูููู ุ ุฃููู ุจูุนููุฏู ููููููุงุฏูููู ุ ููุฃูููุฒููู ุงูููููู ููุฐููู ุงููุขููุฉู
โWahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat sehingga kami cukup bersuara lirih ketika berdoโa ataukah Rabb kami itu jauh sehingga kami menyerunya dengan suara keras?โ Lantas Allah Taโala menurunkan ayat di atas. (Majmuโ Al Fatawa, 35/370)
Menurut Abul โAbbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, bahwa โKedekatan yang dimaksud dalam ayat ini adalah kedekatan Allah pada orang yang berdoโa (kedekatan yang sifatnya khusus).โ (Majmuโ Al Fatawa, 5/247)
Perlu diketahui bahwa kedekatan Allah itu ada dua macam:
1. Kedekatan Allah yang umum dengan ilmu-Nya, ini berlaku pada setiap makhluk.
2. Kedekatan Allah yang khusus pada hamba-Nya dan seorang muslim yang berdoโa pada-Nya, yaitu Allah akan mengijabahi (mengabulkan) doโanya, menolongnya dan memberi taufik padanya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)
Kedekatan Allah pada orang yang berdoโa adalah kedekatan yang khusus. Allah begitu dekat pada orang yang berdoโa dan yang beribadah pada-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits pula bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud. (Majmuโ Al Fatawa, 15/17). Siapa saja yang berdoโa pada Allah dengan menghadirkan hati ketika berdoโa, menggunakan doโa yang maโtsur (dituntunkan), menjauhi hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya doโa (seperti memakan makanan yang haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi doโanya. Terkhusus lagi jika ia melakukan sebab-sebab terkabulnya doโa dengan tunduk pada perintah dan larangan Allah dengan perkataan dan perbuatan, juga disertai dengan mengimaninya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)
Dengan mengetahui hal ini seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdoโa pada Rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan doโa hamba-Nya. Pahamilah bahwa Allah benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdoโa, artinya akan mudah mengabulkan doโa setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah yang Maha Mengabulkan setiap doโa. Ingatlah pula bahwa doโa adalah sebab utama agar seseorang bisa meraih impian dan harapannya. Sehingga janganlah merasa putus asa dalam berdoโa.
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, bahwa โDoโa adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan. Akan tetapi pengaruh doโa pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang doโanya berpengaruh begitu lemah karena sebab dirinya sendiri. Boleh jadi doโa itu adalah doโa yang tidak Allah sukai karena melampaui batas. Boleh jadi doโa tersebut berpengaruh lemah karena hati hamba tersebut yang lemah dan tidak menghadirkan hatinya kala berdoโa. โฆ Boleh jadi pula karena adanya penghalang terkabulnya doโa dalam dirinya seperti makan makanan haram, noda dosa dalam hatinya, hati yang selalu lalai, nafsu syahwat yang menggejolak dan hati yang penuh kesia-siaan.โ (Al Jawaabul Kaafi, hal. 21).
Ingatlah hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ููููุณู ุดูููุกู ุฃูููุฑูู ู ุนูููู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ู ููู ุงูุฏููุนูุงุกู
โTidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Taโala selain doโa.โ (HR. Tirmidzi no. 3370,)
Jika memahami hal ini, maka gunakanlah doโa pada Allah sebagai senjata untuk meraih harapan. Penuh yakinlah bahwa Allah akan kabulkan setiap doโa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงุฏูุนููุง ุงูููููู ููุฃูููุชูู ู ู ููููููููู ุจูุงูุฅูุฌูุงุจูุฉู ููุงุนูููู ููุง ุฃูููู ุงูููููู ูุงู ููุณูุชูุฌููุจู ุฏูุนูุงุกู ู ููู ููููุจู ุบูุงูููู ูุงููู
โBerdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.โ (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Lalu pahamilah bahwa ada beberapa jalan Allah kabulkan doโa. Dari Abu Saโid, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ยซ ู ุง ู ููู ู ูุณูููู ู ููุฏูุนูู ุจูุฏูุนูููุฉู ููููุณู ูููููุง ุฅูุซูู ู ูููุงู ููุทููุนูุฉู ุฑูุญูู ู ุฅููุงูู ุฃูุนูุทูุงูู ุงูููููู ุจูููุง ุฅูุญูุฏูู ุซููุงูุซู ุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุนูุฌูููู ูููู ุฏูุนูููุชููู ููุฅูู ููุง ุฃููู ููุฏููุฎูุฑูููุง ูููู ููู ุงูุขุฎูุฑูุฉู ููุฅูู ููุง ุฃูููู ููุตูุฑููู ุนููููู ู ููู ุงูุณูููุกู ู ูุซูููููุง ยป. ููุงูููุง ุฅูุฐุงู ููููุซูุฑู. ููุงูู ยซ ุงูููููู ุฃูููุซูุฑู ยป
โTidaklah seorang muslim memanjatkan doโa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan doโanya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.โ Para sahabat lantas mengatakan, โKalau begitu kami akan memperbanyak berdoโa.โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam lantas berkata, โAllah nanti yang memperbanyak mengabulkan doโa-doโa kalian.โ (HR. Ahmad 3/18).
Boleh jadi Allah menunda mengabulkan doโa. Boleh jadi pula Allah mengganti keinginan kita dalam doโa dengan sesuatu yang Allah anggap lebih baik. Atau boleh jadi pula Allah akan mengganti dengan pahala di akhirat. Jadi doโa tidaklah sia-sia. Ingatlah wejangan yang amat menyejukkan hati dari cucu Nabi shallallahu โalaihi wa sallam. Al Hasan bin โAli radhiyallahu โanhuma berkata,
ู ู ุงุชูู ุนูู ุญุณู ุงุฎุชูุงุฑ ุงููู ููุ ูู ูุชู ู ุดูุฆุง. ููุฐุง ุญุฏ ุงููููู ุนูู ุงูุฑุถู ุจู ุง ุชุตุฑู ุจู ุงููุถุงุก
โBarangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba-Nya)โ. Pilihan Allah itulah pilihan yang terbaik.



