BeritaBerita Persyarikatan

Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah bersama Prof. Dadang Kahmad, PDM Kota Pekalongan Launching Toko Lana

PEKALONGANMU.COM, Kota Pekalongan – Bertempat di kompleks PAYM dan Masjid Darul Iman Pekalongan, Sabtu (20/5) PDM Kota Pekalongan melaunching Toko Lana PCM Pekalongan Timur.

Toko Lana merupakan AUM Ekonomi berbentuk minimarket yang akan memperkuat denyut dakwah Muhammadiyah di Kota Pekalongan, terutama Kecamatan Pekalongan Timur. Lana yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti: Toko Milik Kita, diharapkan akan menjadi sebuah bentuk kekuatan Islam berkemajuan dalam jihad perjuangan dibidang ekonomi Muhammadiyah kota Pekalongan.

Dihadiri oleh Ketua PDM Kota Pekalongan Drs. Pasrum Affandi dan seluruh masyarakat Muhammadiyah Kota Pekalongan, Launching Toko Lana PCM Pekalongan Timur dibuka dengan penampilan Kreatifitas Seni Angklung dari Siswa-Siswi SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan di Pekalongan, dengan membawakan Lagu-lagu Mars Muhammadiyah, Aisyiyah, IPM dan Lagu Kebangsaan Indonesia.

“Modal dari pembangunan Toko Lana PCM Pekalongan Timur ini berasal dari dana persyarikatan ditambah dengan iuran warga Muhammadiyah di Kota Pekalongan. Berbagai kebutuhan sehari-hari disediakan disini. Diharapkan masyarakat, khususnya warga Persyarikatan bisa ikut membesarkan dan memanfaatkan keberadaan minimarket ini” Ujar Ketua PDM Kota Pekalongan.

Baca Juga  Bupati Pekalongan Sambut Peserta Rakorda IMM Jateng di Pendopo

Puncak Acara Peresmian Toko Lana adalah Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M. Si salah satu ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi  Pustaka dan Informasi.

Dalam Tauziahnya, beliau menuturkan bahwa “Kaum Muslimin di Indonesia itu selalu kalah dalam dunia Ekonomi-Bisnis, sehingga 70% bidang Perekonomian dikuasai oleh Keturunan Non-Muslim, sehingga hanya tersisa 10% yang masih kita miliki di tangan pengusaha Muslim”,

Beliau menambahkan, saat ini Persyarikatan Muhammadiyah mengalami gejala pergeseran dimana sejak zaman KH. Ahmad Dahlan, para Anggota dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah itu adalah para Pengusaha Batik, sedangkan era Modern sekarang ini kebanyakan dari Anggota dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah adalah Birokrat Pemerintahan (PNS).

Beliau berpesan agar kita sebagai warga Persyarikatan harus selalu berkomitmen untuk belajar Profesionalisme terkait pengembangan Management Toko Lana PCM Pekalogan Timur dan Toko Mu PCM Pekalongan Barat agar mampu bersaing dengan Minimarkt sejenis di Kota Pekalongan.  (M. LENDRA)

Baca Juga  SAHDU UMPP Terima Hibah Al-Qur’an Braille dari UIN Sunan Kalijaga: Langkah Nyata Menuju Kampus Inklusif

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button