BeritaBerita Cabang - RantingBerita Persyarikatan

Mercusuar Muhammadiyah: PCM Pekajangan Perlihatkan Pembinaan dan Amal Usaha Unggul

PEKALONGANMU.COM, Pekajangan – Ribuan warga Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menghadiri Pengajian Silaturahmi Halal bi Halal, yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan’ Aisyiyah Pekajangan. Dihadiri juga Wakil Bupati Pekalongan, PDM & PDA Kab. Pekalongan, segenap Ortom & AUM se-Cabang Pekajangan. (19/4/2025).

Acara pengajian dan silaturahmi tersebut digelar di Masjid At-Taqwa Pekajangan, dengan menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag. yang sekaligus memberikan ceramah keagamaan dihadapan ribuan jamaah yang hadir.

Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, SE membuka sambutannya “Kita mengadakan pengajian halalbihalal, insya Allah 1500 orang hadir, untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah agar lebih bermanfaat, bersama-sama menggerakkan, agar bermanfaat untuk umat,” terang Abdul Somad, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan.

Abdul Somad menambahkan, diusianya yang ke 103 tahun ini, Muhammadiyah Pekajangan telah memiliki 16 Pimpinan Ranting, dan aneka amal usaha yang dikelola secara profesional.

“Kita berdiri tahun 1922, berarti sekarang berusia 103 tahun. Kita punya aset pendidikan dari play grup sampai perguruan tinggi, 2 rumah sakit, dan ada masjid dan mushola yang ada hampir di seluruh gang,” tegas beliau.

Baca Juga  Pembukaan Pengajian SAKINAH PRM Kutosari : Warga Muhammadiyah Jangan ISIS

Di Periode kedua kepemimpinannya ini Pimpinan Cabang Muhammadiyah sedang mengembangkan amal usaha Sekolah Luar Biasa (SLB) yang diberi nama SLB Muhammadiyah Pekajangan Lentera Hati.

“Saat ini kita sedang menggagas SLB, alhamdulillah sudah mulai jalan, insya Allah mulai berjalan Sekolah Luar Biasa SLB Muhammadiyah Pekajangan Lentera Hati yang terbuka untuk umum, namun kuota masih kecil, paling 16 anak pertahun. Padahal di Kabupaten Pekalongan baru pertama kali,” imbuhnya.

Tak berhenti disitu, di tahun ini Muhammadiyah Pekajangan membuka usaha Food Court yang diberinama “Plataran Pekajangan” yang berada di komplek Kampus UMPP, dengan menyajikan aneka kuliner yang bekerja sama dengan berbagai pelaku usaha kuliner lokal.

“Ada juga food court “Plataran Pekajangan” yang keren yang dikelola oleh Majelis Ekonomi. Bahkan setiap lebaran Idul adha kami juga menjual hewan kurban,” pungkas Abdul Somad.

Baca Juga  Cetak Magister Profesional, Pascasarjana Iain Purwokerto Adakan Workshop Manajemen Media Massa

H. Sukirman, S.S., M.S, selaku Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan menyampaikan banyak terima kasih kepada organisasi Muhammadiyah yang sudah banyak menyumbangkan kontribusinya kepada masyarakat Indonesia, dalam berbagai bidang sampai saat ini.

Masjid At-Taqwa ini merupakan salah satu ikon dari dulu, baik bangunannya yang megah dan khas serta sebagai destinasi wisata, yang mana beliau bercerita waktu dulu kecil melihat sendiri Masjid At-Taqwa Pekajangan menjadi masjid yang legendaris di Pekalongan, sebagai ampiran masyarakat Pekalongan.

Beliau melanjutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersinergi dan mendukung mprogram Muhammadiya yang selama ini sudah tercipta dengan baik pengorganisian dan manajemen yang bagus, menjadi modal dasar pemerintah untuk melakukan pembangunan dibantu oleh Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan dan seterusnya termasuk ke dalam kemandirian ekonomi.

Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag. disela acara menyampaikan bahwa Muhammadiyah Pekajangan layak jadi mercusuar Muhammadiyah di Jawa Tengah.

“Di Pekajangan-kan Muhammadiyah tertua di Indonesia, jadi layak menjadi mercusuar Muhammadiyah di Jawa Tengah. Beberapa amal usahanya tumbuh hingga sekarang,” kata beliau.

Baca Juga  Pelatihan Masjid Cerdas di Pekajangan: Dari Regulasi hingga Revolusi Media Sosial

Di Pekajangan dinilai berhasil melakukan pembinaan dan perkaderan dengan kuat, terbukti saat ini anak cucu para pendiri Muhammadiyah masih eksis menjadi pengurus secara turun temurun. Tak hanya itu, anak cucunya menjadi pengurusnya (Muhammadiyah Pekajangan). Biasanya kalau orang tua, kakek hilang yang kebawah ikut hilang, di Pekajangan tidak, jadi disini adalah Muhammadiyah turunan, yang kualitasnya berbeda dengan yang menemukan. Yang awal keturunan masih kuat, berarti pembinaan generasi lama kuat,” Tegasnya

Tausiyah dari beliau yang utama adalah dibulan yang fitri ini kita harus bisa yang pertama kali memaafkan kepada siapapun, dan memliki sifat “wah weh” (dermawan) kepada siapa saja supaya kebutuhan kita dipermudah oleh Allah SWT.

Pengajian akbar halal bi halal di dalam Masjid At Taqwa berlangsung penuh hikmat dan tenang. Ribuan jemaah yang hadir tak mampu tertampung sepenuhnya di dalam masjid hingga meluber ke teras dan halaman dengan beralaskan karpet dan tikar.

Kontributor : Muhtarom (MPI PP Muhammadiyah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button