Persaudaraan Haji Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Gelar Pengajian Akbar
PEKALONGAN – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan menjaga semangat kemabruran pasca ibadah haji dan umrah, Persaudaraan Haji Muhammadiyah (PHM) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal, Silaturahim dan Pengajian Akbar pada Ahad, 11 Mei 2025, di Masjid Raya Al Khuzaemah, jalan Pahlawan No. 10 Kajen, Pekalongan. Kegiatan bertema “Persaudaraan Haji Muhammadiyah Mempererat Tali Silaturrahim dan Menjaga Kemabruran” tersebut menghadirkan narasumber, KH. Masduki Asrori, M.Pd.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Manager Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Tengah, Ikhwanusshofa, SE, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, beserta jajarannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Rumainur, beserta jajarannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, dan Jamaah haji dan umrah Muhammadiyah angkatan tahun 2006 hingga tahun 2024.

Ketua Persaudaraan Haji Muhammadiyah (PHM) Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Kadarisman, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kemabruran haji kita. Kemabruran bukan hanya saat pelaksanaan ibadah, tetapi bagaimana kita terus menjaga akhlak dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Kadarisman.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, mengingatkan pentingnya merawat kemabruran sebagai tiket menuju surga.
“Haji yang mabrur adalah cita-cita semua jamaah. Namun untuk mempertahankan kemabruran itu perlu usaha sungguh-sungguh dan berkelanjutan dalam amal dan ibadah,” tegasnya.
Manager Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Ikhwanushofa, SE, dalam sambutannya mengajak jamaah mendukung program RendangMu se-Jawa Tengah dan memperkuat semangat filantropi berbasis nilai-nilai Al-Ma’un.
“KH. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa dakwah tidak cukup dengan lisan, tapi juga menyentuh persoalan sosial. Kita perlu memastikan kekayaan dan zakat yang kita miliki sampai pada anak yatim, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam tausyiyahnya, KH. Masduki Asrori, M.Pd. menekankan bahwa kemabruran seorang haji bukan hanya diukur dari ritual ibadah, tetapi sejauh mana perubahan akhlak dan manfaatnya dirasakan oleh lingkungan sekitar.
“Kemabruran itu nyata ketika tetangga merasakan kebaikan dari perilaku kita setelah pulang haji,” ujarnya.
Masduki Asrori juga mengisahkan pengalaman haji sebagai sebuah perjalanan spiritual yang mendalam dan mengubah cara pandang terhadap hidup dan kehidupan sosial.
Kegiatan pengajian akbar dan silaturahmi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah antar jamaah haji dan umrah Muhammadiyah, serta mengingatkan kembali akan misi utama haji, yaitu transformasi diri dan kepedulian sosial. Semangat kebersamaan, dakwah, dan pelayanan menjadi landasan kuat bagi Persaudaraan Haji Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi umat. (Tjahyono/fakhrudin)



