Berita AUM

Mulai dari Berani Kata ‘Tidak’, Inilah 5 Materi Penting Pendidikan Seks bagi Siswa SD Muhammadiyah Wonokerto

muhammadiyahpekalongan.or.id | WONOKERTO, PEKALONGAN – Isu perlindungan anak menjadi prioritas utama bagi SD Muhammadiyah Tahfizhul Qur’an Wonokerto. Melalui kegiatan parenting bertajuk “Pendidikan Seks Sejak Usia Dini Menurut Islam”, sekolah membekali para wali murid dengan pengetahuan krusial untuk melindungi buah hati mereka dari ancaman pelecehan seksual yang kian marak.

​Menghadirkan narasumber Ust. Dr. H. Ibnu Shalih, MA., M.P.I. (Dosen UNIKAL dan Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah), forum ini menegaskan bahwa dalam Islam, pendidikan seks adalah bagian dari pendidikan akhlak dan penjagaan fitrah.

​Melawan Mitos “Tabu”

Ust. Ibnu Shalih meluruskan anggapan bahwa membicarakan tubuh adalah hal tabu. Sebaliknya, tanpa edukasi yang benar, anak menjadi rentan terhadap eksploitasi. “Pendidikan seks dalam Islam justru bertujuan menjaga kehormatan. Anak harus tahu batasan diri agar mereka bisa melindungi diri sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Targetkan Tidak Ada Lulusan Nganggur, BKK SMK Muhammadiyah Kedungwuni Terus Dioptimalkan
Ust. Dr. H. Ibnu Shalih, MA., M.P.I. (Dosen UNIKAL dan Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah) saat memberikan materi

​5 Materi Utama untuk Perlindungan Anak

Dalam tausiyahnya, Ust. Ibnu Shalih merinci lima materi dasar yang harus diajarkan orang tua kepada anak sejak usia dini:

​Mengenal Tubuh sesuai Syariat: Mengenalkan bagian tubuh dan fungsinya secara sederhana tanpa rasa malu, namun tetap dalam bingkai kesantunan Islam.

​Privasi dan Hak atas Tubuh: Menanamkan bahwa bagian tubuh yang tertutup pakaian adalah area pribadi. Anak harus diajarkan bahwa mereka memiliki otoritas penuh atas tubuhnya sendiri.

​Sentuhan Baik vs Sentuhan Tidak Baik: Mengajari anak membedakan pelukan kasih sayang orang tua (sentuhan baik) dengan sentuhan yang menimbulkan rasa takut atau tidak nyaman (sentuhan tidak baik).

​Keberanian Berkata “TIDAK”: Anak didorong untuk berani menolak sentuhan yang tidak nyaman dan segera melaporkannya kepada orang dewasa yang dipercaya.

​Pemahaman Gender yang Sehat: Menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan dengan tujuan menanamkan rasa saling menghormati, bukan diskriminasi.

Baca Juga  Pertandingan Sepakbola Persahabatan PSHW Wuled Pekalongan Dan PSHW Kasimpar Banjarnegara

​Data yang Mengkhawatirkan

Urgensi materi ini semakin kuat mengingat data yang menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak di Indonesia berisiko mengalami kekerasan seksual sebelum usia 18 tahun. Ust. Ibnu berharap orang tua menjadi pintu pertama bagi anak untuk bertanya, sehingga anak tidak mencari jawaban dari sumber yang salah.

​Komitmen Pembentukan Karakter

Kepala SD Muhammadiyah Tahfizhul Qur’an Wonokerto menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan kesadaran hukum dalam menjaga kehormatannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button