Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Pekajangan: Menguatkan Ukhuwah dan Spirit Kebaikan
muhammadiyahpekalongan.ori.id Pekajangan, 7 Desember 2025 — Ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari se-Cabang Pekajangan dan sekitarnya memadati kawasan Gg. 15 Kedungwuni untuk menghadiri Pengajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan. Pengajian akhir tahun ini menghadirkan KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tazakka, Bandar Batang.
Dalam tausiyahnya yang bertema “Berbuat Baik Tanpa Pamrih”, KH. Anang mengajak jamaah untuk merefleksikan makna kebaikan dalam perspektif Al-Qur’an. Ia membuka ceramah dengan pantun yang mengundang senyum para jamaah:
“Langit senja indah dipandang, Dihiasi bintang bersinar terang,bIbu-ibu janganlah berkurang,bMari mengaji dengan hati senang.”
KH. Anang menjelaskan bahwa Al-Qur’an dimulai dengan menyebut nama Allah dan ditutup dengan kata annas (manusia), yang menunjukkan bahwa hubungan vertikal dan horizontal harus seimbang. Ia menekankan pentingnya menjaga diri dari godaan setan yang kerap tak terlihat namun mampu menjerumuskan manusia dari jalan kebaikan.
“Kita bisa hancur oleh sesuatu yang tidak tampak. Maka, keselamatan sejati adalah ketika kita mampu menjaga diri dari godaan yang tersembunyi,” ujarnya.
Ia juga menguraikan lima tingkatan berbuat baik: kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Namun, ia mengingatkan bahwa kebaikan tidak selalu dibalas dengan kebaikan.
“Kebaikan bisa dibalas lebih baik, sama baiknya, bahkan bisa dibalas buruk atau dengan pengkhianatan. Tapi yakinlah, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula dari Allah,” tegasnya.
KH. Anang juga mengingatkan kesalahan umum dalam memahami kebaikan, seperti mengharapkan balasan dari manusia atau menuntut balasan dalam waktu tertentu.
“Berbuat baiklah untuk dirimu sendiri. Jangan berharap balasan dari orang lain,” pesannya sebelum menutup tausiyah dengan doa.
Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., dalam sambutannya mengajak jamaah untuk terus menyemarakkan Pengajian Ahad Pagi sebagai sarana pencerahan dan penggerak dakwah.
“Pengajian Muhammadiyah harus mencerahkan, menggerakkan, dan memberdayakan. Mudah-mudahan ketiganya bisa terus kita wujudkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KH. Anang atas kontribusinya dalam mendukung kaderisasi santri IMBS ke Tazakka, serta berharap dari sinergi ini akan lahir Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru yang bermanfaat bagi umat.
Ketua PRM Pekajangan Timur 3, Muhammad Ishaq, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
“Kami hanya bisa menyampaikan ‘Tampan’—Terima kasih, Minta Maaf, dan Harapan. Semoga ukhuwah ini terus menggerakkan kita untuk memakmurkan majelis dan menghidupkan lingkungan sekitar,” ucapnya.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan bahwa Pengajian Ahad Pagi selanjutnya akan digelar di Pekajangan Barat 2 bersama Dr. KH. Tafsir, M.Ag. (Ketua PWM Jawa Tengah), dan di Pekajangan Barat 3 bersama Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (Rektor Unimus Semarang).
Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan yang telah berjalan lebih dari satu tahun di 16 ranting ini diharapkan terus mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan warga Muhammadiyah.
Kontributor: Rizqon (MPI PCM Pekajangan)



