Peringatan Isra’ Mi’raj di MIM Kauman, Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Akhlak

muhammadiyahpekalongan.or.id , KAUMAN, 15 Januari 2026 – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kauman memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menggelar kegiatan berbagi makanan dan kajian keislaman di Masjid Sabilurrahman Kauman. Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta karyawan MIM Kauman.
Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini dikemas dengan kegiatan berbagi makanan sederhana berupa aneka rebusan. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.
Selain berbagi makanan, acara juga diisi dengan kajian yang disampaikan oleh Ustadz M. Amri Albani. Dengan tema “Membangun Kualitas Ibadah melalui Makna Isra’ Mi’raj”, ia menekankan pentingnya menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat, dalam kehidupan sehari-hari.
“Isra’ Mi’raj mengingatkan kita bahwa shalat adalah tiang agama. Kualitas ibadah harus terus ditingkatkan agar menjadi pondasi akhlak dalam kehidupan,” ujar Ustadz Amri.
Kepala MIM Kauman, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan edukatif sekaligus spiritual.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa tentang makna Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta membangun kesadaran akan pentingnya ibadah sebagai pondasi akhlak dan karakter,” jelas Sukron.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi makanan juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa.
“Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial diharapkan dapat tertanam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka menyimak kajian dengan tertib dan bergembira saat berbagi makanan bersama.
Secara keseluruhan, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MIM Kauman berjalan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah sekaligus membentuk karakter religius siswa-siswi MIM Kauman.



