Muhammadiyah Ambokembang Bersiap Sambut Ramadan, Gelar Pelatihan Imam Masjid dan Musholla

muhammadiyahpekalongan.or.id , AMBOKEMBANG – Bagian Tabligh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ambokembang menggelar Pelatihan Imam Masjid dan Musholla di Masjid Haji Anshor, Ambokembang Gang 9, Jumat (30/1). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan imam Tarawih yang kompeten menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Acara yang berlangsung khidmat sejak ba’da Jumat hingga waktu Asar. Sebelum acara dimulai diawali dengan makan siang bersama, mempererat silaturahmi antar-takmir dan imam se-Ranting Ambokembang.
Diawali dengan Pembukaan dengan MC Ustadz M Amri Albani dan dilanjut Sambutan Ketua Bagian Tabligh PRM Ambokembang, Ustadz Hartono, S.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan ilmu bagi para imam. “Terima kasih kepada seluruh takmir dan imam yang hadir. Semoga melalui pelatihan ini, para imam di lingkungan Ambokembang semakin kompeten dalam menjalankan tugasnya, khususnya menyambut Ramadan nanti,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PRM Ambokembang, Ustadz Drs. Suhandi, memberikan apresiasi sekaligus menginformasikan selain Ranting Ambokembang ada kegiatan seperti ini. Ia menyebutkan bahwa PCM Pekajangan juga akan menggelar pelatihan serupa pada Hari Ahad, 8 Februari 2026 di Masjid At-Taqwa Pekajangan. PRM Ambokembang kuota 25 orang delegasi khusus dari setiap masjid 2 orang dan musholla 1 orang dan PRM 3 orang.

Pada sesi pertama, Ustadz Nisfun Nahar, M.Pd. membedah Fikih Shalat Berjamaah. Beliau menjelaskan bahwa sesuai putusan Tarjih, hukum berjamaah bagi laki-laki adalah sunnah muakkadah. Beliau juga menekankan kriteria imam yang ideal:
Mahir bacaan Al-Qur’an (hafalan terbanyak).
Paham fikih shalat.
Lebih dahulu masuk Islam dan lebih tua usianya.
Mampu memimpin shalat dengan ringan namun tetap tuma’ninah.
Melengkapi materi tersebut, Ustadz Murokib pada sesi kedua memberikan bimbingan Tahsinul Qur’an. Ia menegaskan bahwa keindahan bacaan imam sangat bergantung pada ketepatan tajwid dan makhraj. “Seorang imam harus mampu membaca Al-Qur’an dengan benar agar makmum dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk,” pesannya.
Setelah acara selesai dan ditutup dengan Sholat Ashar Berjama’ah dan semoga kedepannya bisa terus berlanjut kegiatan ini setiap tahunnya.



