Pengajian Muhammadiyah Doro Hadirkan Kusnadi, Takmir yang Sukses Memakmurkan Masjid dengan Pendekatan Humanis

muhammadiyahpekalongan.or.id , Doro – Kawasan Doro menjadi pusat perhatian ribuan jamaah yang datang berbondong-bondong dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya guna menghadiri pengajian rutin Ahad Pagi di Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan. Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari penuhnya saf-saf masjid hingga ke area parkir, tetapi juga melalui kemeriahan bazar UMKM serta aksi sosial pembagian sayur segar secara gratis yang menyambut kedatangan para jamaah sejak pagi hari.
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen, Ki Kusnadi, membawakan materi yang sangat memikat mengenai seni mengelola masjid dengan pendekatan kemanusiaan. Dalam penyampaiannya yang khas dan penuh energi, ia menceritakan bagaimana strategi “makan-makan” mampu menjadi magnet yang kuat bagi jamaah. Ki Kusnadi mengisahkan momen penutupan Ramadhan di Sragen di mana takmir menyiapkan nasi kebuli dan kambing guling untuk seribu orang dengan mengajak kerja sama pihak pemerintah. Menariknya, ia seringkali berterus terang kepada jamaah mengenai biaya yang dibutuhkan secara spontan, yang justru memicu para pejabat dan tokoh masyarakat untuk langsung melunasi biaya tersebut sebagai bentuk amal jariah.
Selain urusan logistik, Ki Kusnadi juga membagikan resep menjaga aset sumber daya manusia di masjid, seperti yang dilakukan terhadap imam hafiz Quran asal Lombok, Ustadz Mufti Al-Habib. Agar sang imam merasa betah dan menjadi bagian dari masyarakat setempat, pihak takmir berinisiatif mencarikan jodoh, memfasilitasi kendaraan, hingga memberikan tempat tinggal dari hasil iuran bersama. Bahkan, ia berhasil mengajak Kapolres setempat untuk berkontribusi memberangkatkan sang imam ke tanah suci. Baginya, memberikan fasilitas terbaik seperti karpet berkualitas tinggi adalah bentuk penghormatan bagi jamaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia, agar tetap nyaman saat beribadah.
Kemeriahan pengajian ini semakin lengkap dengan adanya bazar yang memberdayakan ekonomi lokal serta pembagian sayur segar secara cuma-cuma bagi peserta yang hadir. Hal ini sejalan dengan pesan Ki Kusnadi bahwa masjid harus hadir sebagai solusi dan tempat yang menggembirakan bagi umat. Melalui pendekatan yang humanis dan inovatif tersebut, Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan diharapkan terus menjadi pusat syiar Islam yang tidak hanya membina spiritualitas, tetapi juga mempererat jalinan sosial di Kabupaten Pekalongan.



