Kultum Tarawih Masjid Al Mujahidin: Puasa adalah Senjata Kendalikan Nafsu Menuju Level Malaikat

muhammadiyahpekalongan.or.id , PEKALONGAN – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan salat tarawih di Masjid Al Mujahidin, Desa Tangkilkulin, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Habibi yang hadir dari Coprayan memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang menekankan pentingnya manajemen nafsu selama bulan Ramadan.
Janji Allah dalam Surah Al-Baqarah
Membuka ceramahnya, Ustaz Habibi mengutip QS. Al-Baqarah ayat 186. Ia menekankan bahwa bulan puasa adalah momentum emas bagi hamba-hamba Allah untuk mendekatkan diri, karena Allah berjanji akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku…”
”Allah itu sangat dekat dengan kita, terutama di bulan yang suci ini. Maka, jangan sia-siakan waktu untuk terus mengetuk pintu langit melalui doa,” ujar Ustaz Habibi di hadapan jamaah.
Manusia di Antara Hewan dan Malaikat
Mengutip pemikiran ulama besar Imam Al-Ghazali, Ustaz Habibi menjelaskan posisi unik manusia dalam hierarki makhluk ciptaan Allah. Menurutnya, manusia berada di titik tengah:
Di atas level hewan: Karena manusia dibekali akal dan kalbu.
Di bawah level malaikat: Karena manusia masih memiliki hawa nafsu.
Ia menjelaskan bahwa yang membedakan kualitas seorang manusia adalah kemampuannya dalam mengelola nafsu tersebut. Jika nafsu dibiarkan liar, manusia bisa jatuh derajatnya lebih rendah dari hewan.
Namun, jika nafsu mampu dikendalikan, derajat manusia bisa naik melampaui atau setara dengan kemuliaan malaikat.
Puasa Sebagai Kendali Nafsu
Inti dari ibadah puasa, menurut Ustaz Habibi, bukanlah sekadar menahan lapar dan dahaga secara fisik, melainkan pengendalian nafsu.
”Nafsu inilah yang sering kali menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, puasa hadir sebagai madrasah untuk melatih kesabaran dan mengekang syahwat agar level keimanan kita meningkat,” pungkasnya.
Melalui pesan singkat namun mendalam ini, jamaah Masjid Al Mujahidin diharapkan dapat menjalani sisa Ramadan dengan lebih berkualitas, tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga hati dan pikiran dari godaan nafsu.



