Berita Cabang - Ranting

Kultum Tarawih Masjid Hj. Mutimah Dahlan: Mengupas 5 Korelasi Puasa dan Ketakwaan

muhammadiyahpekalongan.or.id ​DORO – Memasuki malam ke-9 Ramadan 2026, jamaah Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan, Doro, mengikuti rangkaian salat isya dan tarawih dengan khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Muhammad Islah Fahrudin, S.Pd. menyampaikan kultum yang membedah esensi Surat Al-Baqarah ayat 183 mengenai tujuan utama puasa, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.
​Puasa sebagai Madrasah Ketakwaan

​Ustaz Islah menekankan bahwa takwa bukan sekadar istilah, melainkan tindakan nyata dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Beliau memaparkan lima poin utama mengapa puasa menjadi sarana terbaik menuju ketakwaan:
​Pengendalian Diri: Puasa melatih manusia menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yang menjadi ciri utama orang bertakwa.

​Peningkatan Ketaatan: Sebagai ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah, menjalankannya dengan ikhlas menunjukkan kepatuhan total kepada Sang Pencipta.
​Menumbuhkan Kejujuran (Muraqabah): Puasa adalah ibadah tersembunyi. Seseorang bisa saja makan diam-diam, namun ia tidak melakukannya karena sadar selalu diawasi oleh Allah.

Baca Juga  Peduli Pengungsi Banjir Pekalongan, Muhammadiyah dan Aisyiyah Wiradesa Gelar Bakti Sosial Kesehatan  

​Empati Sosial: Rasa lapar saat berpuasa mendorong kepedulian terhadap kaum miskin melalui sedekah. Beliau juga mengapresiasi kegiatan sosial seperti buka bersama yang telah dilaksanakan di masjid tersebut.
​Pembersihan Hati: Puasa berfungsi mengikis sifat marah, iri, dan sombong, sehingga hati lebih mudah menerima kebenaran.

​Ibadah Spesial dengan Pahala Tak Terukur
​Dalam tausiyahnya, Ustaz Islah juga mengingatkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena nilai pahalanya hanya Allah yang mengetahui secara pasti.

​”Tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan membentuk pribadi yang taat, menjauhi larangan-Nya, dan berakhlak baik kepada sesama,” ujar Ustaz Islah di hadapan jamaah.
​Acara yang juga dihadiri oleh Bapak Haji Muhammad Nur Dianto, M.Pd. selaku imam ini, ditutup dengan ajakan kepada jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah di sisa bulan Ramadan agar derajat takwa dapat diraih sepenuhnya.

Baca Juga  Perkuat Akar Rumput, Muhammadiyah Kedungwuni "Jemput Bola" Aspirasi Ranting Melalui Turba Rutin Ramadhan.

​Laporan: Media Tarawih Masjid Hj. Mutimah Dahlan, Doro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button