Berita Cabang - Ranting

Perkuat Akar Rumput, Muhammadiyah Kedungwuni “Jemput Bola” Aspirasi Ranting Melalui Turba Rutin Ramadhan.

muhammadiyahpekalongan.or.id KEDUNGWUNI – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungwuni terus berupaya mempererat simpul organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) rutin yang kali ini menyasar wilayah Kedungwuni bagian selatan. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut digelar di Masjid Hajjah Nani Riyatun, Tosaran, Kedungwuni, pada malam hari pukul 20.30 hingga 22.00 WIB setelah kegiatan Tarawih bersama.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang dialog terbuka bagi jajaran pimpinan cabang untuk mendengarkan langsung dinamika yang terjadi di tingkat ranting. Dalam suasana yang akrab atau yang sering disebut dengan istilah rahat, perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kedungwuni, pengurus Ranting Muhammadiyah Kedungwuni Timur, serta Takmir Masjid Hj. Nani Riyatun duduk bersama mendiskusikan masa depan persyarikatan Muhammadiyah.

Tujuan utama dari Turba rutin ini adalah untuk menciptakan jembatan komunikasi yang efektif antara Cabang dan Ranting. Forum ini menjadi tempat bagi pengurus ranting untuk menyampaikan berbagai perkembangan program, sekaligus mencurahkan keluhan atau kendala yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi di lapangan.

Baca Juga  Di Hari Jadi ke-103, Muhammadiyah Pekajangan Hadirkan Gedung IGD-ICU Mewah

Ketua PCM Kedungwuni menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan tatap muka langsung seperti ini jauh lebih efektif dalam membedah persoalan internal organisasi dibandingkan rapat-rapat formal di kantor.

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dan rahat dalam acara Turba. Acara ini menjadi ajang bagi ranting untuk menyampaikan perkembangan, keluhan, ataupun dinamika organisasi, juga menjadi tempat silaturahmi antara pimpinan dan juga jamaah,” ujar Ketua PCM Kedungwuni saat memberikan sambutan.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perlunya penyamaan persepsi dalam pengelolaan masjid-masjid di bawah naungan Muhammadiyah. PCM Kedungwuni mendorong agar setiap ranting mampu membina jamaah dengan visi yang seragam, sehingga tidak terjadi perbedaan pemahaman yang mencolok antara satu masjid ranting dengan masjid lainnya.

Pimpinan Muhammadiyah menegaskan bahwa sinergi antarmasjid adalah kunci kekuatan dakwah. Ia mengimbau agar semangat untuk mengembangkan organisasi secara internal harus terus dipupuk agar Muhammadiyah semakin solid dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Muhammadiyah Kajen Pekalongan Perkuat Jamaah Melalui Mubaligh, Pemberdayaan dan Peran Lembaga Zakat

Selain itu, evaluasi terhadap kegiatan pengajian di tingkat ranting juga menjadi sorotan tajam. PCM menilai bahwa pengajian bukan hanya sarana Thalabul Ilmi, tetapi juga menjadi barometer kekuatan massa Muhammadiyah. Jika pengajian ramai dan dikelola dengan baik, maka syiar organisasi akan semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kita juga perlu mengevaluasi pengajian masjid ranting agar masyarakat Muhammadiyah lebih banyak massa, karena kekuatan kita ada di warga Muhammadiyah untuk meramaikan pengajian,” tambahnya secara mendalam.

Tak hanya urusan dakwah mimbar, urusan administratif juga tak luput dari pembahasan. PCM Kedungwuni menargetkan adanya akurasi data warga Muhammadiyah yang lebih baik ke depannya. Pendataan ini dianggap penting sebagai basis kebijakan organisasi dan pemetaan potensi kader di wilayah Kedungwuni.

Harapan besar disematkan pada pengurus ranting agar lebih proaktif dalam mendata warganya. Dengan data yang lengkap, PCM dapat merancang program yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.

Baca Juga  Launching Klinik Pratama Muhammadiyah Kajen Berupaya Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

“Harapannya agar data warga Muhammadiyah juga bisa terpenuhi,” pungkas pimpinan menutup pernyataannya.

Melalui kegiatan Turba rutin ini, PCM Kedungwuni berharap hubungan emosional dan organisatoris antara pimpinan cabang dan ranting semakin kuat. Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan, Muhammadiyah Kedungwuni optimis dapat terus memberikan kemanfaatan nyata bagi umat dan warga lokal di sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button