Berita

Ismail Fahmi Paparkan Strategi Muhammadiyah Newsroom Platform Guna Perkuat Rujukan Islam Berkemajuan

muhammadiyahpekalongan.or.id | JAKARTA – “Kita perlu membuat satu sistem yang bisa menyatukan kita semua.” Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua V Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ismail Fahmi, Ph.D., saat mengenalkan konsep Muhammadiyah Newsroom Platform sebagai solusi strategis agar seluruh potensi konten dan narasi Islam Berkemajuan mudah dibaca, terstruktur, dan diakui oleh sistem pencarian berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Rabu (12/8/2026).

​Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah #3 bertajuk “Penguatan Media AfiliasiMu di Era AI” yang berlangsung di Auditorium Dr. Syafei Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) UMJ.

​Ismail menyoroti pergeseran masif perilaku masyarakat dalam mencari informasi keagamaan yang kini mulai beralih dari mesin pencari konvensional ke platform AI seperti ChatGPT, Gemini, hingga Perplexity. Kondisi ini menjadi tantangan serius jika referensi Islam Berkemajuan versi Muhammadiyah belum terstruktur dengan baik di ruang digital.

Baca Juga  Napak Tilas IPM SMK Muhammadiyah Kajen: Menyerap Semangat Dakwah dan Keikhlasan Pendiri Muhammadiyah

​”Kalau kita bicara soal agama Islam, ternyata AI tidak menjadikan Islam berkemajuan versi Muhammadiyah sebagai referensi. Tanggung jawab siapa? Karena itu, kita membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan berbagai sumber pengetahuan yang selama ini tersebar di majelis, lembaga, perguruan tinggi, sekolah, AUM, hingga jaringan media,” tegas Ismail.

Peserta Jambore Afiliasi Muhammadiyah Nampak Serius Memperhatikan Paparan Materi

Tiga Unsur Utama: Rel, Menara, dan Jaringan

​Guna menjawab tantangan tersebut, Muhammadiyah Newsroom Platform dirancang menggunakan formula efisien dengan prinsip utama: “Bangun sekali, isi ramai-ramai.” Sistem ini ditopang oleh tiga pilar utama yang saling terintegrasi:

​Rel Teknologi (LabMu): Berfungsi sebagai infrastruktur platform utama yang memproses, merapikan struktur data, metadata, dan optimasi SEO/AI.

​Menara Kendali (Newsroom MPI): Berperan menjaga standar kualitas berita, memantau perkembangan, serta mengatur orkestrasi editorial secara nasional.

​Jaringan Kerja: Melibatkan kontribusi aktif dari MPI wilayah dan daerah, perguruan tinggi Muhammadiyah/‘Aisyiyah (PTMA), sekolah, ortom (IPM, IMM), AUM, hingga para influencer dan kontributor.

Baca Juga  Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah bersama Prof. Dadang Kahmad, PDM Kota Pekalongan Launching Toko Lana

​Dengan arsitektur ini, setiap entitas Muhammadiyah tidak perlu lagi membangun sistemnya sendiri-sendiri dari nol, melainkan cukup memanfaatkan satu pintu masuk platform utama berdomain muhammadiyah.or.id.

​Dua Mesin Otomatisasi dan Kualitas Konten

​Lebih jauh, Ismail menawarkan dua mesin penggerak yang berjalan secara simultan. Pertama, mesin knowledgebase yang bertugas mengolah dan menstrukturkan dokumen sejarah, Putusan Tarjih, hasil riset kampus, hingga buku dakwah menjadi korpus digital. Kedua, mesin konten yang menggerakkan jaringan untuk memproduksi dan mendaur ulang berita, termasuk mengolah video pengajian/khutbah menjadi klip pendek berbasis AI.

​Ia mengingatkan bahwa target pencapaian 700 ribu halaman terstruktur hanyalah alat ukur, sementara sasaran utamanya adalah kualitas rujukan dan peningkatan share of voice Muhammadiyah dalam algoritma AI.

​”Volume tanpa kualitas justru bisa diabaikan algoritma. Yang kita kejar adalah konten bernilai dan terstruktur. Paling murah adalah menarik konten yang sudah diproduksi jaringan, bukan meminta kerja baru. Media harus diposisikan sebagai bagian dari infrastruktur pengetahuan agar sejarah Islam berkemajuan tetap hadir di ruang digital,” pungkasnya.

Baca Juga  Refresing Keuangan Lazismu Kabupaten Pekalongan Tekankan Tertib Pencatatan dan Pelaporan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button