Jaga Momentum, Ghiroh dan Ukhuwah Warga, Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Gelar Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah
PEKALONGAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi Hari Ber-Muhammadiyah, pada 18 Mei 2025 di Masjid Raya Al Khuzaemah, jalan Pahlawan No. 10 Gejlik, Kajen Pekalongan. Ribuan warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah, karyawan amal usaha Muhammadiyah, serta simpatisan Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan memadati agenda Pengajian Ahad Pagi Hari Bermuhammadiyah yang digelar sejak pukul 06.00 WIB.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, H. Tjahjono, M. Pd, dalam rilisnya menyampaikan bahwa lima sasaran Hari Bermuhammadiyah adalah untuk menumbuhkan ghirah ke-Muhammadiyah-an, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan jamaah, konsolidasi organisasi dan arah dakwah, penanaman ideologi Islam Berkemajuan dan peningkatan kiprah sosial-keumatan.
Tjahjono juga mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian Hari Ber-Muhammadiyah tersebut juga dimeriahkan oleh bazar UMKM dan stand layanan sosial Muhammadiyah di halaman masjid. Beberapa stand UMKM Muhammadiyah menampilkan produk busana muslim, atribut, makanan khas Pekalongan dan produk rumah tangga. Sedangkan stand layanan sosial ditunjukkan oleh Klinik Pratama Muhammadiyah Wiradesa yang melakukan pemeriksaan kesehatan, serta Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan yang mengajak para pengunjung untuk mengikuti program qurban dalam bentuk rendang kemasan siap saji atau rendangmu.

“Antusiasme pengunjung tidak hanya menggerakkan roda ekonomi kecil, tetapi juga memperkuat kiprah sosial persyarikatan Muhaammadiyah”, tutur Tjahyono.
Tjahyono berharap dengan sinergi antara pengajian, UMKM, layanan sosial dan kesehatan dalam agenda rutin tersebut dapat menjadi center of gravity dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan.
“Kepedulian sosial, semangat kebersamaan, dakwah dan pelayanan, menjadi landasan kuat bagi Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi umat”, tutur Tjahyono.
Sementara itu, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. A. Berlian Yusuf, yang hadir sebagai pemateri utama, dalam tausiahnya menegaskan pentingnya memperbanyak hadir dalam majelis ilmu.
“Dosa kita banyak sekali. Karena itu, sering-seringlah mendatangi tempat yang diridai Allah. Majelis ilmu mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosa” tutur dr. Berlian.

Berlian menyoroti kebiasaan tidur setelah Subuh yang kerap diabaikan.
“Mereka yang istiqamah Tahajud dan bertahan hingga terbit matahari cenderung lebih stabil emosinya karena secara medis hormon kortisol atau pengendali stres bekerja pukul 02.00-06.00”, tutur Berlian.
Berian juga mengajak kepada warga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk menghindarkan diri dari target syaitan, antara lain perceraian dalam rumah tangga, durhaka terhadap orang tua, permusuhan, kecanduan khamr, kebiasaan maksiat, perusakan amal saleh, hasad-dengki dan wafat dalam kekafiran.
Berlian juga mengajak para jamaah untuk membentengi diri melalui ibadah-ibadah, termasuk sunnah-sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW, berpegang teguh pada Al Qur’an, ilmu dan ukhuwah. (Tj/N)



